(Taiwan, ROC) -- Dewan Bisnis AS-Taiwan dan Asosiasi Kerjasama Ekonomi Internasional Republik Tiongkok (CIECA) pada Selasa (13/5) menandatangani MoU di Washington, dengan fokus pada tiga bidang utama guna mendorong kerja sama perdagangan dan investasi antara Taiwan dan Amerika Serikat (AS). Presiden Dewan Bisnis AS-Taiwan, Rupert Hammond-Chambers menyatakan bahwa selain investasi bilateral antara Taiwan dan AS, terdapat juga peluang kerja sama potensial di negara ketiga seperti Filipina, Guatemala, dan Paraguay.
Rupert Hammond-Chambers dan Ketua CIECA Joseph Lyu (呂桔誠) menandatangani MoU pada siang hari di Washington. Penandatanganan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Yuan Eksekutif Kung Ming-hsin (龔明鑫) yang memimpin delegasi Taiwan ke AS untuk menghadiri “SelectUSA Investment Summit”, serta Perwakilan Taiwan untuk AS Alexander Tah-ray Yui (俞大㵢) dan Direktur Eksekutif Insitut Amerika di Taiwan (AIT) di Washington, Ingrid Larson.
Rupert Hammond-Chambers dalam kata sambutannya menyampaikan, “saat kita memikirkan hubungan AS-Taiwan, kita melihatnya dari sudut pandang global.” Dirinya menekankan pentingnya memanfaatkan hubungan bilateral untuk mendorong perbaikan hubungan global, dan menambahkan “kami sangat menantikan kerja sama dengan CIECA dalam hal ini”.
Usai acara, Rupert menyatakan “AS dan Taiwan memiliki hubungan yang saling bergantung”, MoU ini dirancang untuk memanfaatkan hubungan tersebut dalam mendorong investasi global, termasuk investasi ke AS maupun ke Taiwan.
Dirinya menyebutkan bahwa tujuan dari MoU ini adalah untuk memungkinkan kedua organisasi dapat saling bekerja sama dalam mendorong kemitraan antara AS dan Taiwan. Beberapa investasi akan dilakukan di Negeri Paman Sam, sementara yang lainnya akan berlangsung di berbagai belahan dunia. Filipina, Guatemala, dan Paraguay adalah contoh yang sangat baik.
Rupert menunjukkan bahwa ke depannya akan merencanakan untuk memimpin delegasi bisnis dari Taiwan dan AS ke pasar pihak ketiga guna mendorong investasi bersama, dengan fokus utama pada peluang kerja sama di bidang rantai pasok.
Joseph Lyu (呂桔誠) menyampaikan bahwa saat ini CIECA telah menjalin kerja sama dengan 158 organisasi mitra di 99 negara di seluruh dunia. Setelah penandatanganan MoU hari ini, AS akan menjadi negara ke-100 dalam jaringan kerja sama tersebut.
Lyu menyampaikan bahwa CIECA berkomitmen untuk membantu meningkatkan saling pengertian antara pejabat pemerintah dan para pemimpin bisnis baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga dapat memperkuat hubungan dengan komunitas-komunitas internasional di bidang ekonomi, keuangan, teknologi, energi, pendidikan, dan budaya. CIECA juga berharap dapat mendorong ketahanan dalam integrase rantai pasok global, serta membangun sebuah ekosistem yang tersebar di seluruh dunia demokratis.
Berdasarkan pers rilis dari CIECA, MoU ini berfokus pada tiga pilar utama kerja sama, yaitu meningkatkan pencocokan perusahaan bilateral dan kolaborasi rantai industri, serta mendorong perdagangan, investasi, dan pertukaran teknologi antara Taiwan dan AS.
Selain itu MoU ini juga bertujuan untuk membangun mekanisme pertukaran informasi, di mana kedua pihak akan saling berbagi riset pasar, kebijakan regulasi, kegiatan pameran, dan peluang kerja sama industri, untuk membantu pelaku bisnis memahami tren pasar.
Selanjutnya, akan ada dorongan untuk pertukaran kunjungan, dengan menyelenggarakan forum industri, seminar ekonomi dan perdagangan, pelatihan sumber daya manusia, dan kunjungan delegasi secara teratur untuk memperdalam dialog antara perusahaan dari kedua negara.