History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kasus Enterovirus Mencapai yang Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir, Taiwan harus Mencegah Kembalinya Enterovirus 71

  • 10 May, 2025
  • 李珮菁
Kasus Enterovirus Mencapai yang Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir, Taiwan harus Mencegah Kembalinya Enterovirus 71
Kegiatan mencuci tangan (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Belakangan ini, epidemi enterovirus di Taiwan masih dalam titik rendah, tapi total telah ada 4 kasus berat di tahun ini, tertinggi dalam 5 tahun terakhir dalam 1 periode yang sama. Potensi risiko dari enterovirus 71 yang menyebabkan sakit parah telah muncul kembali. Kasus ini tidak terlihat di Taiwan selama lebih dari 5 tahun dan mungkin kembali kapan saja. Dokter telah mengingatkan, bahwa sering mencuci tangan merupakan cara paling efektif untuk mencegah enterovirus, selain merekomendasikan anak-anak untuk divaksinasi dengan vaksin enterovirus 71 untuk mengurangi risiko penyakit berat dan kematian.

Enterovirus lebih umum saat musim panas dan awal musim gugur. Berdasarkan statistik terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Taiwan (CDC), ada 3.411 pasien rawat jalan dan gawat darurat pada 20-26 April, sama seperti pekan sebelumnya. Situasi epidemi ini berfluktuasi pada titik rendah dan virus yang paling banyak terdeteksi adalah coxsackie A16. Total telah ada 4 kasus enterovirus berat di tahun ini, tertinggi dalam periode yang sama dalam 5 tahun terakhir, yaitu 3 kasus Ekovirus-11 dan 1 kasus Coxsackie B5. Tiga dari 4 kasus berat tersebut meninggal.

Ada berbagai tipe enterovirus, di mana enterovirus 71 adalah yang paling mungkin menyebabkan penyakit serius seperti penyakit neurologis. Enterovirus 71 biasanya muncul di Taiwan setiap 3 hingga 5 tahun, tetapi pandemi COVID-19 telah mengganggu siklus epidemi enterovirus. Enterovirus 71 tidak tersebar luas di Taiwan selama lebih dari 5 tahun. Banyak dokter telah memperingatkan bahwa enterovirus 71 dapat muncul kembali kapan saja.

Dalam wawancara 6 Mei, Direktur dari Pusat Pengendalian Infeksi RSU Veteran, Chan Yu-jiun (詹宇鈞) menyampaikan, bahwa selama pandemi COVID-19, banyak epidemi yang menurun terdampak dari banyaknya orang yang memakai masker dan sering mencuci tangan, tapi kembali meningkat satu per satu setelah pandemi. Epidemi enterovirus juga mungkin meningkat dengan tren tersendiri dan enterovirus 71 mungkin akan kembali.

CDC mengingatkan, jika balita dan anak-anak di rumah terdiagnosis dengan infeksi enterovirus, mereka harus memperhatikan apakah ada gejala penyakit enterovirus berat. Bayi dan balita memiliki risiko tinggi terkena penyakit enterovirus dan perkembangannya berjalan cepat. Jika mereka memiliki gejala penyakit berat, seperti mengantuk, kebingungan, kurang tenaga, lemah atau lumpuh pada tangan dan kaki, kedutan otot, muntah terus-menerus, napas cepat, dan detak jantung cepat, mereka harus segera pergi ke rumah sakit besar agar dapat memanfaatkan masa emas pengobatan.

Komentar

Terbarumore