History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tarif Donald Trump Terhadap Sektor Film Ancam Industri Budaya Taiwan, Li Yuan: MOC Telah Mulai Bersiap Lebih Awal

  • 07 May, 2025
  • 尤繼富
Tarif Donald Trump Terhadap Sektor Film Ancam Industri Budaya Taiwan, Li Yuan: MOC Telah Mulai Bersiap Lebih Awal
Tarif Donald Trump Terhadap Sektor Film Ancam Industri Budaya Taiwan, Li Yuan: MOC Telah Mulai Bersiap Lebih Awal(江昭倫 攝)

(Taiwan, ROC) --- Menanggapi rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 100% pada film-film yang diproduksi di luar negeri, Menteri Kebudayaan Li Yuan (李遠) menyampaikan bahwa kebijakan tersebut memang dapat berdampak pada industri budaya Taiwan. Kementerian Kebudayaan (MOC) telah mulai melakukan persiapan dini dan secara aktif merespons berbagai kemungkinan perubahan tarif.

Pada Rabu hari ini (7/5), Li Yuan menghadiri sidang Komite Pendidikan Yuan Legislatif untuk memberikan "Laporan Pencairan Item Anggaran yang Dibekukan untuk Tahun Fiskal 2025 di Bawah MOC" dan menjawab pertanyaan.

Banyak anggota legislatif prihatin bahwa sejak Presiden AS Donald Trump menjabat tahun ini, dengan berpegang pada prinsip "Amerika First", ia telah mengajukan beberapa kebijakan tarif secara berturut-turut.

Baru-baru ini ia mengungkapkan niat untuk mengenakan tarif 100% pada film-film yang diproduksi di luar negeri, menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap industri budaya Taiwan.

Anggota legislator dari Partai KMT Ko Ju-chun (葛如鈞) menanyakan apakah MOC terlibat dalam diskusi tim negosiasi. Li Yuan mengakui tidak dan menunjukkan bahwa industri budaya juga tidak dimasukkan dalam peraturan khusus yang diajukan Yuan Eksekutif terkait tarif AS.

Namun ia menekankan bahwa MOC telah memulai persiapan dini dan secara aktif mempertimbangkan strategi respons terkait.

Li Yuan mengatakan, "Apa yang Anda sebutkan tadi tepat mengenai inti masalah, yaitu industri budaya tidak dimasukkan dalam gelombang pertama, jadi seperti yang saya katakan tadi, kami telah melakukan persiapan dini, kami sebenarnya telah mengadakan banyak pertemuan untuk mulai lebih memahami kemungkinan situasi yang mungkin terjadi terkait industri budaya dan kreatif dengan AS di masa depan."

Ko Ju-chun menunjukkan bahwa Taiwan bisa dikatakan sebagai negara dengan surplus impor film dari AS. Hanya pada kuartal pertama 2025 saja, ada 99 film AS yang ditayangkan di Taiwan dengan pendapatan box office yang sangat baik. Bisa dikatakan AS telah menghasilkan banyak uang dari Taiwan di bidang digital dan budaya. Data-data ini seharusnya dapat membantu Yuan Eksekutif dalam negosiasi tarif dengan AS untuk diajukan kepada pihak AS.

Ko Ju-chun juga menyebutkan, jika tarif film Donald Trump benar-benar terealisasi dan semua film harus diproduksi di AS, maka biaya pembuatan film di Taiwan di masa depan mungkin akan menjadi lebih mahal.

Industri budaya Taiwan mungkin akan menghadapi masalah yang sama seperti industri teknologi dan elektronik, yang perlu disesuaikan. MOC harus mengupayakan ke Yuan Eksekutif agar dimasukkan dalam peraturan khusus terkait tarif untuk mendukung industri budaya Taiwan.

Li Yuan menyuarakan keprihatinan bagi para pembuat film Taiwan, menunjukkan bahwa sejak Taiwan secara resmi bergabung dengan WTO pada tahun 2002 dan membuka impor film AS secara penuh, pada tahun 2003 pangsa pasar film nasional telah jatuh hingga kurang dari 1%, membuat pasar film nasional hampir jatuh.

Baru pada tahun 2011 film nasional pulih kembali dengan pangsa pasar 16%. Bisa dikatakan Taiwan sepenuhnya mengandalkan usaha sendiri untuk mencapai terobosan.

Li Yuan mengakui bahwa kebijakan tarif film Donald Trump memang dapat mempengaruhi Taiwan, dan MOC akan mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Komentar

Terbarumore