(Taiwan, ROC) --- Pemerintah Somalia (Federal Republic of Somalia) di Afrika Timur menolak mengakui paspor dan dokumen perjalanan Taiwan berdasarkan apa yang disebut prinsip Satu Tiongkok. Dalam situasi di mana Somalia secara efektif mengontrol ruang udara Somaliland (Republic of Somaliland), hal ini akan berdampak pada interaksi antara Taiwan dengan Somaliland.
Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) menyatakan bahwa tindakan kasar pemerintah Somalia yang menghalangi interaksi antar masyarakat negara demokratis telah memberikan pengaruh buruk terhadap situasi di Tanduk Afrika. Upaya negosiasi terkait sedang berlangsung, dan MOFA akan menjelaskan perkembangan terbaru secara tepat waktu.
Otoritas Penerbangan Sipil Somalia mengeluarkan pengumuman pada 22 April kemarin bahwa pemerintah Somalia, berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB No. 2758, memegang teguh prinsip Satu Tiongkok. Oleh karena itu, mereka memberitahukan kepada semua operator maskapai penerbangan dan pihak-pihak berkepentingan bahwa mulai 30 April 2025, semua paspor dan dokumen perjalanan terkait yang dikeluarkan oleh Taiwan atau lembaga afiliasinya tidak akan lagi dapat digunakan untuk masuk, keluar, atau transit di Republik Federal Somalia.
Jika pemerintah Somalia secara ketat menerapkan keputusan ini, maka dampak paling langsung akan terasa pada pertukaran antara Taiwan dengan Somaliland, terutama mengingat Taiwan memiliki kantor perwakilan di Somaliland.
Meskipun Somaliland memiliki bandara internasional sendiri, mengapa keputusan Somalia mempengaruhi Somaliland? Pejabat diplomatik menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena Somalia secara efektif mengontrol ruang udara Somaliland.
Taiwan dan Somaliland juga sedang bekerja sama untuk meminta negara-negara sehaluan dan organisasi internasional mengambil tindakan konkret untuk membatalkan kebijakan keliru Somalia. Juru Bicara MOFA, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan, "MOFA mengajukan protes keras terhadap tindakan Somalia yang di bawah hasutan Tiongkok, membatasi kebebasan dan keamanan perjalanan warga negara kami, dan menuntut pemerintah Somalia segera mencabut pengumuman ini. MOFA juga dengan tegas menolak dan mengecam keras interpretasi keliru pemerintah Somalia atas Resolusi Majelis Umum PBB No. 2758 dan menghubungkannya dengan prinsip Satu Tiongkok, yang berupaya menciptakan ilusi bahwa Taiwan adalah bagian dari Republik Rakyat Tiongkok."
MOFA mengimbau warga Taiwan untuk sementara tidak mengunjungi Republik Federal Somalia dan Republik Somaliland sampai pemerintah Somalia mencabut pengumuman ini.
MOFA menegaskan kembali bahwa sejak menyatakan kemerdekaan pada tahun 1991, Republik Somaliland telah mengadakan empat kali pemilihan presiden, situasi politiknya stabil, demokrasinya terus menguat, dan merupakan negara yang sepaham dengan Taiwan dalam hal demokrasi dan kebebasan.