History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA Kembali Mengutuk Tiongkok Menekan Ruang Hidup Internasional Taiwan Setelah Media Belgia Mengungkap Penindasan dari Tiongkok

  • 29 April, 2025
  • 陳志勇
MOFA Kembali Mengutuk Tiongkok Menekan Ruang Hidup Internasional Taiwan Setelah Media Belgia Mengungkap Penindasan dari Tiongkok
MOFA Kembali Mengutuk Tiongkok Menekan Ruang Hidup Internasional Taiwan Setelah Media Belgia Mengungkap Penindasan dari Tiongkok (Foto: Rti/王照坤)

(Taiwan, ROC) - Kementerian Luar Negeri (MOFA) kembali mengutuk keras penindasan internasional berkelanjutan dari Tiongkok terhadap Taiwan, menyebutkan bahwa penindasan tersebut telah berlangsung lama, dan Tiongkok bahkan menggunakan berbagai cara untuk memberikan tekanan kepada pemerintah di seluruh dunia dalam upaya untuk mempersempit ruang hidup internasional dan membatasi demokrasi serta kebebasan Taiwan. 

Kecaman ini disampaikan melalui pernyataan yang dirilis oleh MOFA pada hari Selasa, menanggapi laporan media Belgia bahwa Kedutaan Besar Tiongkok di Belgia telah memberikan tekanan kepada pemerintah Belgia terkait masalah Taiwan.

Le Soir, media bahasa Prancis di Belgia melaporkan bahwa pada akhir tahun 2022, Kedutaan Besar Tiongkok meminta Kementerian Luar Negeri Belgia untuk mencari cara untuk mencopot bendera nasional yang tergantung di atap kantor perwakilan Taiwan. Kementerian Luar Negeri Belgia kemudian menyampaikannya kepada Taiwan, dan bendera nasional diturunkan pada awal tahun 2023.

MOFA menegaskan, dalam menghadapi ambisi Tiongkok untuk mengubah tatanan internasional dan membengkokkan fakta dengan menganggap masalah Taiwan sebagai "urusan dalam negeri" dan mencegah dukungan internasional bagi Taiwan, Taiwan tidak hanya akan berusaha keras untuk mempertahankan ruang internasionalnya, tapi juga mendesak masyarakat internasional untuk terus mengambil tindakan nyata untuk melawan upaya Tiongkok yang merusak status quo internasional, dengan jelas menentang upaya berulang Beijing untuk mengubah perdamaian di Selat Taiwan melalui perang hukum, perang psikologis, dan perang opini publik, dan bersama-sama menjaga stabilitas dan kemakmuran Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik.

Komentar

Terbarumore