(Taiwan, ROC) - Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) secara khusus menuju Yuan Legislatif pada hari Senin pagi untuk mengunjungi kaukus partai berkuasa dan oposisi, mencari dukungan bagi proposal anggaran istimewa sebanyak NT$410 miliar yang disetujui Yuan Eksekutif hari Kamis pekan lalu.
Didampingi juru bicara Michelle Lee Hui-chih (李慧芝) dan sekretaris jenderal Kung Ming-hsin (龔明鑫), Perdana Menteri Cho menyampaikan penjelasan dan harapan agar anggaran istimewa tersebut dapat disahkan dalam waktu sesingkat mungkin.
Cho menegaskan bahwa “Regulasi Khusus untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Keamanan Nasional dalam Menghadapi Situasi Internasional” merupakan respons pemerintah terhadap reorganisasi tatanan perdagangan dunia dalam rangka pecahnya perang perdagangan yang dicetuskan kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Cho, regulasi ini ditargetkan untuk menangani empat isu utama, masing-masing mendukung industri, menstabilkan lapangan kerja, menjaga penghidupan rakyat, dan memperkuat ketahanan; dan setelah negosiasi tarif dimulai, rencana revitalisasi relevan juga akan disiapkan sebagaimana halnya di negara-negara tetangga seperti Jepang.
Perihal kesangsian dari partai oposisi terhadap subsidi sebesar NT$100 miliar dari dana NT$410 miliar tersebut yang akan dialokasikan untuk perusahaan listrik negara, Taipower, Cho menegaskan pentingnya kestabilan pasokan dan harga listrik pada saat negara menghadapi tantangan, dukungan dana memungkinkan keuangan Taipower menjadi sehat dan tidak lagi terpengaruh oleh fluktuasi harga listrik, yang akan membantu menstabilkan harga dan juga membantu industri, maka Cho mendesak partai oposisi untuk mendukung hal ini.
Perdana Menteri Cho mengatakan, "Jika kita dapat menyuntikkan NT$100 miliar dan memungkinkan Taipower untuk memperbaiki keuangannya, itu pasti akan membantu menstabilkan harga barang dan harga listrik, juga akan menjadi pertimbangan bagi Komite Peninjauan Harga Listrik saat menentukan penyesuaian harga di masa mendatang. Oleh karena itu, kami sekali lagi meminta agar anggaran NT$100 miliar untuk Taipower dimasukkan dalam regulasi khusus kali ini."
Dalam pertemuan tersebut, ketua kaukus DPP Wu Szu-yao (吳思瑤) berjanji, kaukusnya akan berperan sebagai pendorong kebijakan pendanaan khusus ini, dan terus berpegang pada sikap "mendukung industri, peduli terhadap penghidupan masyarakat, dan melindungi Taiwan."
Di lain pihak, setelah mendengarkan penjelasan Cho, ketua kaukus Partai Kuomintang (KMT) Fu Kun-chi (傅崐萁) mengatakan bahwa anggaran untuk menanggapi badai tarif AS hanya mencapai 23% dari total anggaran khusus sebesar NT$410 miliar, dan juga menegaskan kembali posisi mendukung pendistribusian uang tunai kepada warga.
Fu Kun-chi mengatakan, "Saya berharap Taiwan dapat menggunakan lebih dari NT$1,87 triliun surplus pendapatan pajak dalam empat tahun terakhir untuk mendistribusikan uang tunai kepada semua warga. Yang lebih penting, Cho Jung-tai berulang kali menegaskan akan memberikan tiga kali subsidi kepada Taipower, tapi setelah mendapatkan subsidi, Taipower tetap menaikkan harga listrik sebanyak empat kali. Meskipun kebijakan energi tidak dirumuskan selama masa jabatan Cho, kebijakan tersebut seharusnya dapat didiskusikan dan ditinjau.”
Sementara itu, ketua kaukus Partai Rakyat Taiwan (TPP) Huang Kuo-chang (黃國昌) mengatakan bahwa TPP selalu mengutamakan kepentingan nasional, dan karena itu akan bekerja sama dengan Yuan Eksekutif dalam konsultasi apa pun bentuknya.
Namun, Huang mengkritik bahwa Yuan Eksekutif belum sepenuhnya menyampaikan penilaian terhadap dampak guncangan tarif, dan hanya memberikan informasi sepihak yang tidak dapat dijadikan dasar untuk meninjau regulasi khusus. Ia juga mempertanyakan, anggaran untuk regulasi khusus Yuan Eksekutif itu disusun hingga akhir tahun 2027, namun tidak ditemukan rincian anggaran tahunannya.