(Taiwan, ROC) --- Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) menyatakan bahwa Minggu hari ini (27/4) kelembapan udara mulai berkurang, dengan cuaca di bagian barat dan tenggara Taiwan umumnya berawan hingga cerah. Namun, di pesisir utara Keelung, Yilan, dan Hualien masih ada kemungkinan hujan singkat secara lokal, terutama di Yilan yang memiliki kemungkinan hujan dengan intensitas lebih besar.
Perihal suhu, hari ini angin monsun timur laut melemah, sehingga suhu di bagian utara, Yilan, dan Hualien mengalami kenaikan, dengan suhu maksimum di siang hari berkisar antara 26C hingga 30C.
Sementara di bagian tengah dan selatan Taiwan serta Taitung, suhu maksimum dapat mencapai 28C hingga 33C, memberikan sensasi cuaca hangat hingga panas.
Selain itu, musim hujan pertama tahun ini juga akan segera tiba. Ahli klimatologi Taiwan, Lin De-en (林得恩) menyatakan bahwa antara 5 Mei hingga 10 Mei akan ada indikasi curah hujan yang kuat dan berkelanjutan, yang mungkin merupakan dampak dari musim hujan pertama tahun ini, dan mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan cuaca ekstrem pada saat itu.
Memasuki masa transisi antara musim semi dan musim panas, Lin De-en di akun Facebook-nya menyatakan, "Selamat tinggal hujan musim semi, sambutlah musim hujan!"
Pada bulan Mei dan Juni setiap tahunnya, peralihan musim ini ditandai dengan melemahnya tekanan tinggi dingin dari utara bumi, sementara tekanan tinggi Pasifik yang dominan di musim panas mulai menguat, yang selanjutnya mempengaruhi cuaca, sehingga suhu mulai berubah menjadi panas.
Ketika kedua massa udara dingin dan hangat saling bertemu, terbentuklah garis batas yang disebut musim hujan. Karena sering kali terdapat perkembangan sistem konveksi skala menengah yang terorganisir, ketika sistem ini bergerak dari laut ke daratan Taiwan, maka sering kali membawa hujan deras lokal serta fenomena cuaca ekstrem seperti petir, angin kencang, atau hujan es.