History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Mendorong Revisi Undang-Undang untuk Mencegah Kapal Nelayan Menyembunyikan Jejak Pelayaran,  Ketua OAC: Sudah Ada Kapal Nelayan yang Menyamar Gunakan Sinyal AIS Penjaga Pantai Tiongkok

  • 17 April, 2025
  • 鄭蕙玲
Mendorong Revisi Undang-Undang untuk Mencegah Kapal Nelayan Menyembunyikan Jejak Pelayaran,  Ketua OAC: Sudah Ada Kapal Nelayan yang Menyamar Gunakan Sinyal AIS Penjaga Pantai Tiongkok
Ketua OAC, Kuan Bi-ling memberikan laporan kinerja dalam sidang interpelasi Yuan Legislatif hari ini (17/4)

(Taiwan, ROC) – Komite Urusan Dalam Negeri Yuan Legislatif pada hari ini (17/4) mengundang Dewan Urusan Kelautan (OAC) untuk memberikan laporan kinerja. Ketua OAC, Kuan Bi-ling (管碧玲) menyatakan bahwa baru-baru ini ditemukan kapal nelayan yang menggunakan lebih dari dua sistem AIS (Sistem Identifikasi Otomatis Kapal) untuk menyembunyikan jejak pelayaran mereka. Bahkan, ada kasus kapal nelayan Taiwan yang menyamar menggunakan AIS milik Penjaga Pantai Tiongkok. Menanggapi hal tersebut, OAC telah menjalin mekanisme koordinasi dengan otoritas perhubungan dan pengelolaan lalu lintas laut, serta telah memulai proses amandemen peraturan terkait.

Terkait kapal nelayan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang dengan sengaja atau secara berulang kali merusak kabel bawah tanah laut milik Taiwan, hal ini telah menimbulkan ancaman nyata terhadap keamanan informasi dan komunikasi Taiwan, serta menjadi salah satu taktik gangguan dalam zona abu-abu yang digunakan oleh Negeri Panda. Komite Urusan Dalam Negeri Yuan Legislatif pada hari ini (17/4) mengundang OAC untuk memberikan laporan kinerja.

Ketua OAC, Kuan Bi-ling (管碧玲) dalam sebuah wawancara mengemukakan bahwa saat ini memang ditemukan adanya kapal nelayan yang menggunakan lebih dari dua sistem AIS untuk menyembunyikan jejak pelayarannya. Bahkan, terdapat kasus kapal nelayan Taiwan yang menyamar menggunakan AIS milik Penjaga Pantai RRT. Saat ini, pihaknya tengah secara aktif mendorong revisi undang-undang untuk mengatur dan mengendalikan praktik tersebut.

Kuan Bi-ling (管碧玲) mengatakan, “Pertama, ada kapal yang menggunakan lebih dari dua sistem AIS. Tindakan semacam ini adalah untuk menyembunyikan posisi kapal. Saat ini, kami bersama otoritas transportasi dan pengelolaan lalu lintas laut sedang membangun mekanisme pengawasan. Negara juga perlu merevisi undang-undang terkait agar bisa menjatuhkan sanksi. Saat ini, belum ada ketentuan hukum yang memungkinkan pemberian sanksi. Bahkan, ada kapal nelayan Taiwan yang menggunakan AIS milik kapal Penjaga Pantai RRT, dan situasi seperti ini memang terjadi. Sistem dan peraturannya belum cukup lengkap. Saat ini, rancangan revisi undang-undangnya sudah ada, dan kami pun telah menjalin kerja sama yang baik dengan otoritas lalu lintas laut untuk mendorong hal ini.

Selain itu, sebuah kapal jenis kapal niaga sementara berbendera Negeri Panda “Chang Shun/長順輪” dilaporkan beberapa kali terlihat mondar-mandir di sekitar wilayah kabel bawah laut di perairan Taiwan. Baru-baru ini juga terungkap jikalau kapal Chang Shun, yang berangkat dari Pelabuhan Kaohsiung pada 27 Januari 2025, kembali untuk melakukan perawatan di pelabuhan pada 21 Maret dengan nama baru, yakni “Xian Feng/先鋒輪”.

Selama periode tersebut, kapal tersebut tidak berlayar langsung ke tujuan yang dilaporkan sebelumnya, melainkan berputar-putar di perairan antara Tainan dan Hengchun selama hampir dua bulan. Situasi ini memicu kewaspadaan tinggi dari Penjaga Pantai Taiwan serta otoritas terkait lainnya.

Kuan Bi-ling (管碧玲) menegaskan bahwa satuan Penjaga Pantai telah membentuk prosedur yang lengkap, mulai dari peringatan dini, pemantauan, hingga penanganan di lokasi, dengan mekanisme kerja sama lintas kementerian dan lembaga, guna mencegah ancaman terhadap ketertiban di wilayah perairan Taiwan

Selain itu, menanggapi keraguan publik belakangan ini terhadap kemungkinan keterlibatan personel Penjaga Pantai dalam kasus mata-mata untuk RRT, Kuan menyatakan bahwa sejauh ini belum menemukan indikasi terkait, dan menegaskan bahwa pihaknya akan sepenuhnya bekerja sama dalam proses investigasi.

Komentar

Terbarumore