(Taiwan, ROC) --- Ketua Dewan Komisaris Regent Hotels, Steven Pan (潘思亮), secara terbuka mengakui bahwa kebijakan tarif AS mempengaruhi industri perhotelan dan restoran.
Jika tidak tercapai kesepakatan yang baik, maka dampaknya mungkin tidak lebih kecil dari era pandemi, dan dia mengatakan akan ada tekanan di kuartal kedua dan ketiga.
Selain itu, pelaku bisnis hotpot juga menemukan penurunan daya beli konsumen, brand baru menurunkan harga per pelanggan menjadi NT$400, dan ada juga yang menawarkan diskon 40% per porsi hotpot atau memberikan bonus paket daging seafood, untuk mengatasi dampak berkurangnya konsumen yang makan di luar akibat kejatuhan pasar saham.
"Situasinya tampak tidak pasti, tapi kita seharusnya bisa menemukan jalan keluar yang menguntungkan bagi kita," ujar Steven Pan.
Dia mengakui bahwa dampak tarif membuat prospek ekonomi tidak pasti, dan jika kesepakatan tidak tercapai, maka dampaknya bisa lebih besar dari pandemi. Steven Pan, yang juga adalah seorang tokoh besar dalam sektor grup perhotelan tersebut juga memperkirakan akan ada dampak setidaknya selama tiga bulan.
"Akan ada sedikit tekanan di kuartal kedua dan ketiga, tapi saya rasa tahun ini masih akan baik-baik saja," terang Steven Pan.
Selain itu, dampak dari pemberlakuan tarif Donald Trump juga mulai terasa bagi penggiat usaha makanan di Taiwan, salah satunya adalah pemilik restoran hotpot, Can Fond Hot Pot (芡芳石頭火鍋), yang kemudian menurunkan harga rata-rata per pelanggan menjadi NT$400.
Salah seorang kepala humas asosiasi restoran berantai di Taiwan, Kao Lin-chen (高林禎) mengatakan, "Kami fokus pada harga menengah ke bawah, yang secara relatif akan mengurangi tekanan pada pengeluaran konsumen untuk makan.
"Sejak Senin minggu lalu ketika saham jatuh drastis selama tiga hari berturut-turut, jumlah pengunjung berkurang. Kali ini, untuk menyambut Hari Ibu, kami menawarkan diskon NT$40 untuk menu hotpot tertentu," ujar salah seorang pemilik hotpot di Taiwan.
Fluktuasi pasar saham membuat masyarakat ragu untuk menghabiskan uang untuk makan, sehingga pelaku bisnis melakukan promosi untuk merangsang konsumsi.