(Taipei, ROC)-- Acara perayaan Idul Fitri "Eid-al-Fitr in Taipei 2025" yang diselenggarakan oleh Biro Informasi dan Pariwisata Taipei secara meriah digelar pada Minggu, 13 April di Taman Daan. Dimulai pukul 11 siang, acara ini menyuguhkan pertunjukan panggung, pasar halal, serta berbagai aktivitas budaya Islami yang menarik. Tahun ini, hadir pula wahana baru yang tak kalah menarik, yaitu “photo booth” bertema Idul Fitri Taipei. Dilengkapi dengan bingkai foto eksklusif, wahana ini menjadi tempat favorit pengunjung untuk mengabadikan momen dan membawa pulang kenang-kenangan unik dari perayaan tahun ini.
Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) turut hadir dan secara langsung mencoba alat musik tradisional Indonesia "gamelan". Dalam sambutannya, ia menyampaikan, "Saya telah menghadiri perayaan Idul Fitri ini selama tiga tahun berturut-turut, dan setiap tahun saya merasakan semangat dan antusiasme yang luar biasa dari semua pihak. Kota Taipei adalah kota yang hangat, ramah, serta menjunjung tinggi keberagaman dan inklusivitas. Selain menggelar acara seperti hari ini, kami juga telah membantu hampir 100 hotel dan destinasi wisata memperoleh Sertifikat Ramah Muslim."
Chiang Wan-an juga menambahkan bahwa Taipei terus mendapatkan pengakuan internasional, di antaranya penghargaan “Kota Tujuan Wisata Ramah Muslim Paling Potensial – Non-OIC (Non-Organisasi Kerja Sama Islam)” dari CrescentRating pada tahun 2023, serta penghargaan Gold Winner untuk kategori Cultural Event dari MUSE Creative Awards 2024 atas perayaan Idul Fitri di Taipei. Oleh karena itu, pemerintah kota akan terus berupaya menyelenggarakan acara yang lebih baik setiap tahunnya.
Berdasarkan keterangan dari Biro Informasi dan Pariwisata Taipei, pertunjukan panggung tahun ini mengundang penyanyi asal Indonesia yang tinggal di Taiwan, Nita; penyanyi blasteran Taiwan-Indonesia, Kelly Cheng; dan kelompok tari tradisional Timur Tengah. Lebih dari 30 stan pasar halal dari berbagai negara juga turut meramaikan suasana. Stan-stan tersebut menawarkan aneka makanan khas, pakaian tradisional, hingga produk unik lainnya, sehingga masyarakat dapat mengenal keragaman budaya Islam tanpa harus bepergian ke luar negeri.
Selain pertunjukan dan kuliner, pengunjung juga diajak berpartisipasi dalam berbagai workshop interaktif, seperti menggambar henna, membuat mozaik kaca Turki, serta mengunjungi stan budaya Indonesia yang memamerkan aneka topeng dan wayang tradisional.
Area "Karaoke Time" yang selalu menjadi favorit tiap tahun juga kembali hadir. Di area ini, pengunjung bebas memesan lagu untuk bernyanyi bersama atau sekadar bersantai menikmati makanan di atas tikar.

(keterangan foto: Stan kuliner halal/ foto oleh: Biro Informasi dan Pariwisata Kota Taipei)