History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Lai: Taiwan Siap Negosiasi Tarif dengan AS, Targetkan Perjanjian Perdagangan Bebas

  • 11 April, 2025
  • 陳柏萇
Presiden Lai: Taiwan Siap Negosiasi Tarif dengan AS, Targetkan Perjanjian Perdagangan Bebas
Presiden Lai: Taiwan Siap Negosiasi Tarif dengan AS, Targetkan Perjanjian Perdagangan Bebas

(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada hari ini (11/4) mengadakan dialog dengan perwakilan industri di Taichung terkait kebijakan tarif timbal balik Amerika Serikat (AS). Presiden Lai menyampaikan bahwa Taiwan telah mengirimkan rencana dan langkah-langkah tanggapan kepada pemerintah AS sesaat setelah pengumuman tarif tersebut dan telah mendapat tanggapan positif. Taiwan kini telah masuk dalam daftar gelombang pertama negara-negara yang akan bernegosiasi dengan AS. Dia berharap, negosiasi dapat dimulai dari perjanjian perdagangan Taiwan-AS, sebagai upaya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan yang telah lama diharapkan Taiwan.

Pemerintah secara aktif merespons kebijakan tarif baru AS. Setelah Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) kemarin sore (10/4) mengadakan dialog dengan pelaku industri ICT di Taoyuan, hari ini Presiden Lai Ching-te juga mengunjungi Taichung untuk berdialog dengan lebih dari 20 perusahaan di Taichung Industrial Park.

Sebelum memulai dialog, Presiden Lai menyampaikan bahwa setelah Presiden AS Donald Trump terpilih kembali dan berulang kali menyebutkan soal tarif timbal balik, pemerintah Taiwan langsung memantau perkembangan situasi dengan cermat dan bersiap diri. Oleh karena itu, setelah Trump mengumumkan kebijakan tersebut pada 3 April dini hari, Perdana Menteri Cho Jung-tai langsung mengumumkan rencana bantuan industri pada 4 April sore. Ini merupakan rencana bantuan industri pertama di dunia yang diumumkan sebagai respons terhadap kebijakan tarif Trump.

Presiden Lai juga mengadakan dialog dengan kalangan industri pada 5 dan 6 April, kemudian merekam video untuk melaporkan kepada masyarakat tentang lima strategi utama sebagai langkah tanggapan. Ini juga dinilai sebagai rencana paling lengkap di antara negara-negara yang terkena kebijakan tarif tersebut.

Presiden Lai menunjukkan, lima strategi utama tersebut mencakup strategi negosiasi dengan AS, dengan harapan agar Taiwan dan AS dapat mencontoh model perjanjian perdagangan bebas antara AS, Meksiko, dan Kanada, dimulai dari nol tarif, guna memanfaatkan kesempatan ini untuk mempererat kerja sama ekonomi dan perdagangan yang selama ini diharapkan Taiwan. Selanjutnya adalah peningkatan pembelian dari AS. Presiden Lai menyampaikan bahwa dalam dua bulan terakhir, Yuan Eksekutif telah melakukan inventarisasi, termasuk produk-produk energi, seperti minyak bumi dan gas alam, serta produk industri dan pertanian, sehingga rencana ini dapat diajukan dengan cepat.

Dalam hal peningkatan investasi Taiwan di AS, Presiden Lai menjelaskan bahwa industri mesin perkakas dan permesinan di Taichung memiliki kapasitas yang kuat untuk membantu proses reindustrialisasi di AS. Di saat yang sama, investasi ini juga dapat memperluas kekuatan industri Taiwan. Terkait masalah "penyamaran asal produk" (origin washing), Presiden Lai mengatakan bahwa AS telah lama mengajukan tuntutan ini kepada banyak negara, bukan hanya kepada Taiwan, dan Taiwan seharusnya memanfaatkan kesempatan ini untuk menghadapinya dengan serius.

Selain itu, ia juga ingin mendengarkan masukan dari pelaku industri sebagai referensi penting dalam pengambilan keputusan di tingkat pusat, agar rencana bantuan maupun kebijakan pembangunan di masa depan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan industri serta arah perkembangan industri Taiwan ke depan. Dengan begitu, krisis ini bisa diubah menjadi peluang, sehingga industri terus maju dan negara terus melangkah ke depan.

Komentar

Terbarumore