(Taiwan, ROC) -- Pada Rabu kemarin (9/4), Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot untuk pertama kalinya berbicara di parlemen tentang isu Taiwan sejak menjabat.
Saat menjawab pertanyaan tentang latihan militer Tiongkok, dia menekankan bahwa Prancis sangat memperhatikan hak kebebasan navigasi di sekitar Taiwan dan stabilitas Selat Taiwan, menentang perubahan status quo secara sepihak, dan menegaskan kembali hubungan erat antara lembaga resmi Taiwan dengan Prancis.
Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Senat Prancis mengadakan rapat dengar pendapat rutin dengan Menteri Luar Negeri pada Rabu sore kemarin, di mana Menteri Jean-Noel Barrot memberikan kesaksian tentang situasi internasional terkini.
Jean-Noel Barrot menyatakan bahwa sebelum mengeluarkan pernyataan bersama dengan para Menteri Luar Negeri G7 mengenai latihan militer besar-besaran Tiongkok, mereka telah mengadakan pertemuan Menteri Luar Negeri G7 di Charlevoix, Kanada. Pada kesempatan tersebut juga mengeluarkan pernyataan tentang pentingnya keamanan maritim di wilayah Selat Taiwan, Laut Tiongkok Selatan, dan Semenanjung Korea.
Menteri Jean-Noel Barrot menunjukkan bahwa dalam hal hubungan bilateral Taiwan dengan Prancis, meskipun belum ada pejabat pemerintah yang mengunjungi Taiwan, tetapi pertukaran antara lembaga resmi kedua negara tetap terjalin erat.
Selain itu, Prancis baru-baru ini melakukan latihan militer gabungan angkatan laut dan udara dengan negara-negara tetangga di kawasan Indo-Pasifik, yang memungkinkan Prancis untuk menegaskan kembali pentingnya hak kebebasan navigasi di bawah hukum laut internasional.
Menteri Jean-Noel Barrot mengatakan bahwa meskipun Prancis menganut Kebijakan Satu Tiongkok, tetapi Prancis menentang perubahan status quo Selat Taiwan secara sepihak melalui kekerasan atau ancaman, dan tidak bermaksud mengubah posisi ini.
Ini adalah pertama kalinya Menteri Jean-Noel Barrot berbicara secara terbuka tentang isu Taiwan di parlemen sejak menjabat pada September tahun lalu.
Jean-Noel Barrot telah secara berturut-turut menyampaikan pandangannya tentang isu Taiwan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri G7 pada pertengahan Maret kemarin.
Tidak hanya posisinya yang tegas dalam menjaga stabilitas Selat Taiwan, tetapi sikapnya terhadap kemungkinan kunjungan menteri ke Taiwan juga tampak lebih terbuka dan bersahabat dibandingkan sebelumnya.