(Taiwan, ROC) Kompetisi film pendek “Trending Taiwan” Kementerian Luar Negeri telah dimulai, dan tahun ini kompetisi diperluas go-internasional bertemakan “#FindingTAIWAN” mengajak peserta dari seluruh dunia ikut berpartisipasi. Menlu Lin Chia-lung kemarin (9/4) mengatakan, berharap agar semua bisa mengekspresikan Taiwan dengan cara yang berbeda, serta menyerukan penyesalannya karena dana publikasi media Kemenlu telah ditiadakan, ia menyebut penyelenggaraan kompetisi ini sangat tidak mudah.
Sore kemarin Kemenlu menggelar konferensi pers Kompetisi film pendek “Trending Taiwan” yang bertemakan #FindingTAIWAN”, acara dipimpin langsung oleh Menlu Lin Chia-lung, mengundang desainer visual utama acara kali ini, Lin Pan-soong (林磐聳), pembuat video percontohan dari pasangan Korea Min Park-hye(Ponie) dan Kim Yong-jung (Yingjun) ikut hadir dan membagikan ide kreatif mereka.
Dalam sambutan Menlu Lin Chia-lung mengatakan, untuk menyelenggarakan kompetisi ini bukanlah hal yang mudah, dana publisitas internasional Kemenlu telah dipangkas menjadi nihil, akan tetap masih dipertahankan dan diselenggarakan, ini menunjukkan upaya, tekad banyak orang, kompetisi ini juga merupakan alternatif publikasi internasional secara gratis.
Menlu Lin Chia-lung menekankan, pada tahun ini merupakan kesempatan untuk mempromosikan diplomasi budaya. Pada paruh awal tahun ini, Osaka World Expo akan menghadirkan "pavilion TW" yang mewakili Tech World, menyoroti perkembangan teknologi tinggi Taiwan. Pada paruh kedua tahun ini, peninggalan budaya dari Museum Nasional Istana akan dipamerkan di Republik Ceko, dan kemudian akan dibawa ke Prancis. Ia mendorong semua orang berwisata dan menemukan Taiwan negara-negara lain di dunia.
Menlu Lin Chia-lung juga mengatakan bahwa Taiwan tidak hanya unggul dalam industri semikonduktor. Ketika tim Taiwan memenangi turnamen bisbol dunia WBSC primier -12 pada tahun lalu, pebisbol Taiwan dengan pose khusus yang menunjukkan dada mereka sebagai tanda “Taiwan yang tidak terlihat”, berharap agar semua orang dapat mengekspresikan rupa Taiwan dengan cara yang berlainan, menerapkan konsep “setiap orang bisa menjadi diplomat”, agar dunia dapat melihat Taiwan dan Taiwan dapat mendunia.
"Pasutri Korea" adalah pemenang utama untuk kompetisi Taiwan Trend tahun lalu, kali ini dengan video mereka tentang “menemukan Taiwan di Korea” sebagai film pendek percontohan dan ditayangkan saat konferensi pers.
Ponie mengatakan, orang Korea sangat menyukai Taiwan, tetapi yang belum disadari oleh orang Korea adalah bahwa Taiwan lebih dekat dari yang mereka bayangkan dan telah berbaur dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu "cita rasa Taiwan" seperti teh susu boba dan mi daging sapi, maupun chip dalam ponsel serta karya film dan televisi, budaya Taiwan ada di mana-mana.
Lin Pan-soong merancang visual utama untuk kompetisi tahun ini berdasarkan tabel pemeriksaan buta warna. Pan berkata, "Ada orang yang tidak buta warna, tetapi buta hati. Ini adalah hal yang paling menakutkan." Tidak kekurangan Taiwan di dunia, tetapi sebagian orang menutup mata terhadapnya.
Kompetisi film pendek tahunan “Trending Taiwan” yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri mengusung tema “#FindingTAIWAN” dan tengah memperluas partisipan ke seluruh dunia. Pendaftaran dibuka hingga tanggal 31 Agustus. Siapa pun, berapa pun usianya, kewarganegaraan, atau pun bahasa yang dikuasainya tidak dibatasi, semua dapat ikut berpartisipasi. Untuk informasi pendaftaran, silakan kunjungi situs web acara: https://www.mofa.gov.tw/cp.aspx?n=7012.