History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

AS Mundur, WHO Mengalami Defisit Dana US$2,5 Milyar

  • 04 April, 2025
  • 陳柏萇
AS Mundur, WHO Mengalami Defisit Dana US$2,5 Milyar
AS Mundur, WHO Mengalami Defisit Dana US$2,5 Milyar

(Taiwan, ROC) -- Situs Health Policy Watch pada tanggal 2 April (waktu setempat) melaporkan, setelah Amerika Serikat memutuskan untuk keluar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengurangi dana anggarannya secara besar-besaran, tahun ini (2025) dan tahun 2026 hingga 2027 masih harus menghadapi kekurangan dana sebesar US$2,5 milyar (sekitar Rp. 417,8 triliun).

Sehubungan dengan rencana Amerika Serikat mengundurkan diri sepenuhnya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai Januari tahun depan, untuk itu WHO telah menganggarkan dana anggaran tahunan untuk 2026 dan 2027, dari US$5,3 milyar menyusut hingga menjadi US$4,2 milyar.

Tetapi berdasarkan kebijakan WHO yang dilaporkan tanggal 2 April (waktu setempat), setelah penyusutan besar ini WHO masih mengalami kekurangan dana sebesar US$1,9 milyar. Dalam laporan mengemukakan, angka ini adalah data yang diberikan oleh komite untuk anggotanya pada awal April. Selain itu WHO masih membeberkan, dana anggaran untuk tahun ini (2025) masih mengalami defisit sebesar hampir US$600 juta.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali menduduki gedung putih sejak Januari, selain mengumumkan pengunduran diri dari WHO, juga memutuskan untuk membekukan hampir semua dana bantuan AS untuk luar negeri termasuk bantuan yang jumlahnya cukup besar pada WHO.

Amerika Serikat mengucurkan dana sebesar US$1,3 milyar untuk anggaran dana WHO tahun 2022 – 2023, ini bukan biaya tetap keanggotaan melainkan sumbangan sukarela khusus yang diberikan untuk anggaran WHO. Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesys pada akhir Maret kemarin memberitahukan pada anggota komitenya bahwa anggaran untuk tahun 2025 ini mengalami defisit sebesar US$600 juta. Berdasarkan informasi kantor berita Agence France-Presse (AFP), Tedros memperingatkan bahwa “tidak ada pilihan” bagi WHO, hanya bisa mulai melakukan pemotongan anggaran yang ada.

Komentar

Terbarumore