History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RRT Melancarkan Latihan Militer “Strait Thunder-2025A”, Kemenhan: Sifat Suka Berperang dan Provokatif Tidak Berubah

  • 03 April, 2025
  • 鄭蕙玲
RRT Melancarkan Latihan Militer “Strait Thunder-2025A”, Kemenhan: Sifat Suka Berperang dan Provokatif Tidak Berubah
RRT Melancarkan Latihan Militer “Strait Thunder-2025A” (foto: Kemenhan)

(Taiwan, ROC) Partai Komunis Tiongkok kemarin (2/4) kembali melancarkan latihan militer sepihak, dan dinamai "Strait Thunder-2025A", menanggapi dengan Kementerian Pertahanan menekankan, dengan nama apapun, semua tidak mengubah sifat suka berperang, provokatif, dan tidak bertanggung jawab. Selain itu, Ditjen Keamanan Laut dan Pantai juga menyangkal kepolisian RRT, yang mengatasnamakan “penegakan hukum”, berkoordinasi dengan latihan militer dan berniat jahat untuk mengintervensi.

Komando Palagan Timur melancarkan latihan bersama di sekitar Selat Taiwan selama dua hari berturut-turut, mengencarkan latihan operasi gabungan di Selat Taiwan dan pada tanggal 2 April secara resmi latihan militer ini dinamai dengan "Strait Thunder-2025A". Sehubungan dengan hal ini, Kementerian Pertahanan menggelar konferensi pers pada tanggal 2 April merespons, militer Daratan Tiongkok mengumumkan setelah latihan militer operasi gabungan di bagian di bagian tengah dan selatan Selat Taiwan pada pukul 08:05, militer RRT menggunakan metode intelijen, pengawasan, dan pengintaian gabungan untuk memperoleh berbagai informasi intelijen.

Menurut statistik dari Biro Intelijen, pada tanggal 2 April pukul 13.30, terdeteksi total 27 pesawat tempur, 11 di antaranya melintasi garis tengah selat; terdeteksi 13 kapal dan 10 kapal patroli, dan mereka berada di laut lepas Kaohsiung, Penghu, Keelung dan Hualien-Taitung; dan 8 kapal armada Shandong berlabuh pada posisi 190 mil laut lepas Laut Eluanbi. Saat ini, jumlah pesawat dan kapal yang terdeteksi terus meningkat, namun belum ada satupun yang memasuki wilayah yuridiksi 24 mil laut dari pulau Taiwan.

Kantor perencanaan menjelaskan, menanggapi latihan militer RRT, kemiliteran Taiwan berlanjut melancarkan “simulasi latihan militer segera”, guna merespons berbagai aksi militer RRT, selanjutnya pihaknya juga akan melakukan evaluasi berdasarkan tingkat ancaman atau kemungkinan aksi serangan, untuk meningkatkan kesiapan tempur.

Komentar

Terbarumore