(Taiwan, ROC) --- Pasangan Tiongkok Xiaowei (小微) dan Enqi (恩綺) telah dicabut izin tinggalnya oleh Ditjen Imigrasi Nasional (NIA) karena mengunggah video yang diduga mempromosikan reunifikasi dengan kekerasan.
Enqi telah meninggalkan Taiwan, sementara Xiaowei masih belum. Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Chiu Chui-cheng (邱垂正) menyatakan pihaknya menghormati proses administratif NIA sesuai hukum. Dia menambahkan bahwa mayoritas penduduk imigran baru, termasuk pasangan dari Tiongkok, mengidentifikasi diri dengan Taiwan dan menghimbau masyarakat untuk tidak memberi label negatif kepada penduduk imigran baru lainnya, serta harus bersikap ramah dan peduli.
Setelah Liu Zhen-ya (劉振亞), yakni pasangan asing asal Tiongkok yang diduga mempromosikan reunifikasi dengan kekerasan, meninggalkan Taiwan pada Selasa pekan kemarin (25/3), kini Xiaowei dan Enqi juga dicabut izin tinggalnya oleh NIA karena video serupa dan diminta meninggalkan Taiwan pada akhir bulan lalu.
Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (劉世芳) menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang dimiliki, satu orang telah memesan tiket pesawat, sementara yang lain masih ragu. Enqi telah meninggalkan Taiwan pada 31 Maret 2025, sementara Xiaowei masih belum pergi.
Saat ditemui di Yuan Legislatif pada Selasa hari ini (1/4), Ketua MAC Chiu Chui-cheng menyatakan bahwa segelintir pasangan asing asal Tiongkok yang membuat pernyataan tidak pantas, termasuk merendahkan atau menghancurkan Republik Tiongkok, atau mendukung invasi militer ke Taiwan dan menghasut perang. Berdasarkan Pasal 18 Peraturan Hubungan Lintas Selat, jika ada bukti yang cukup menunjukkan ancaman terhadap keamanan nasional atau stabilitas sosial, maka NIA dapat melakukan deportasi paksa. MAC menghormati otoritas NIA dalam menjalankan kewajiban administrasi sesuai hukum.
Selain itu, Chiu Chui-cheng menegaskan kembali bahwa MAC menghormati semua tindakan administratif Kementerian Dalam Negeri (MOI) dalam menangani kasus ini sesuai hukum, dan untuk informasi yang dimiliki MOI sebaiknya ditanyakan kepada pihak NIA.
Chiu Chui-cheng juga menghimbau masyarakat untuk bersikap lebih ramah dan peduli terhadap pendatang baru, termasuk pasangan dari Tiongkok, karena mayoritas dari mereka mengidentifikasi diri dengan Taiwan. Jangan sampai mereka diberi label karena perilaku tidak pantas dari segelintir orang.