History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wawancara CCTV dengan Guru Sastra Tiongkok SMA Taipei First Girls, Chiu Chui-cheng: Membalikkan Fakta dan Membingungkan Publik

  • 28 March, 2025
  • 陳柏萇
Wawancara CCTV dengan Guru Sastra Tiongkok SMA Taipei First Girls, Chiu Chui-cheng: Membalikkan Fakta dan Membingungkan Publik
Wawancara CCTV dengan Guru Sastra Tiongkok SMA Taipei First Girls, Chiu Chui-cheng: Membalikkan Fakta dan Membingungkan Publik

(Taiwan, ROC) – Guru Sastra Tiongkok dari SMA Taipei First Girls High School, Qu Gui-zhi (區桂芝) menerima wawancara eksklusif dengan China Central Television (CCTV) dan mengkritik Presiden Lai Ching-te (賴清德) yang menyebut Partai Komunis Tiongkok (PKT) sebagai kekuatan musuh dari luar, yang kemudian memicu kontroversi.

Kepala Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Taiwan, Chiu Chui-cheng (邱垂正) dalam sebuah wawancara saat berada di Yuan Legislatif pada hari ini (28/3) menyatakan bahwa pihaknya menghormati pengakuan individu terhadap budaya dan identitas dirinya sendiri. Namun, jika hal tersebut justru berupaya melaraskan diri dengan media PKT dan mendukung propaganda penyatuan terhadap Taiwan, maka hal ini menjadi perhatian serius bagi MAC.

Chiu Chui-cheng (邱垂正) menegaskan bahwa sikap bermusuhan berasal dari pihak Beijing, bukan dari masyarakat Tiongkok secara umum terhadap Taiwan. Chiu berpendapat bahwa pernyataan Qu Gui-zhi (區桂芝) terkesan membalikkan fakta dan membingungkan publik.

Guru Sastra Tiongkok dari SMA Taipei First Girls High School, Qu Gui-zhi (區桂芝) menerima wawancara ekslusif dengan CCTV dan mengkritik Presiden Lai yang menyebut PKT sebagai kekuatan musuh dari luar. Qu berpendapat bahwa hal tersebut seolah membawa Taiwan kembali ke masa darurat militer, di mana sanak keluarga yang berada di Tiongkok dianggap sebagai kekuatan musuh dari luar negeri.

Pernyataan Qu tersebut sontak memicu perdebatan. Kepala MAC Chiu Chui-cheng (邱垂正) dalam sebuah wawancara saat berada di Yuan Legislatif pada hari ini (28/3) mengemukakan, Kementerian Pendidikan dan MAC telah menerima banyak surat pengaduan yang menyebut Qu Gui-zhi (區桂芝) tidak layak menjadi pengajar.

Chiu menjelaskan bahwa media milik PKT memiliki tugas politik dan mengharapkan pernyataan narasumber sesuai dengan pandangan atau narasi mereka. Dirinya menegaskan bahwa pihaknya menghormati identitas pribadi dan pengakuan budaya individu, tetapi jika hal tersebut berujung pada upaya mendukung propaganda PKT dan penyatuan terhadap Taiwan, maka hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Chiu menyatakan bahwa Qu telah menafsirkan pernyataan Presiden Lai secara keliru. Dirinya menegaskan bahwa Taiwan terus menghadapi berbagai tekanan dan intimidasi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), “bukankah ini merupakan kekuatan musuh dari luar?”.

Chiu juga menyatakan bahwa ia tidak memahami mengapa Qu Gui-zhi (區桂芝) mengaitkan istilah kekuatan musuh dari luar dengan ibunya. Menurutnya, yang bersikap bermusuhan terhadap Taiwan adalah pemerintah Beijing, bukan masyarakat Tiongkok secara umum. Dirinya pun menilai pernyataan dari Qu terkesan membalikkan fakta dan membingungkan publik.

Terkait kelayakan Qu Gui-zhi (區桂芝) sebagai pengajar, Chiu Chui-cheng (邱垂正) menyatakan bahwa apakah Qu melanggar UU Penempatan Tenaga Pendidik atau peraturan hukum lainnya, pihak MAC menghormati hasil penyelidikan dari instansi yang berwenang.

Komentar

Terbarumore