※國際情勢複雜 片山和之:日台需更周密應對措施
(Taiwan, ROC) -- Taiwan Society of Japan Studies (TSJS) merayakan hari jadinya yang ke-15 pada hari ini (27/3), dengan menggelar acara perayaan dan seminar tentang hubungan Taiwan-Jepang bersama Radio Taiwan Internasional (Rti). Dalam kata sambutannya, Wakil Sekretaris Jenderal TSJS, Lin Yu-hui (林郁慧) dan juga Kepala Kantor Perwakilan Jepang di Taipei, Kazuyuki Katayama, sama-sama menyoroti situasi dan tantangan kompleks yang dihadapi oleh Taiwan dan Jepang. Oleh karena itu, baik di bidang ekonomi maupun keamanan, Taiwan dan jepang perlu lebih mempererat kerja sama.
Wakil Sekretaris Jenderal TSJS, Lin Yu-hui (林郁慧) dalam sambutannya menyampaikan bahwa hubungan Taiwan-Jepang di berbagai bidang seperti ekonomi dan perdagangan, pendidikan, dan budaya, serta pariwisata selama 15 tahun terakhir ini telah terjalin erat. Menghadapi tantangan besar seperti bencana alam dan pandemi, kedua pihak mampu saling mendukung dan melewati masa sulit bersama, sehingga ikatan yang kuat ini telah menjadi sebuah teladan yang baik di kancah internasional.
Lin Yu-hui (林郁慧) mengatakan, “Dalam menghadapi perubahan situasi dan tantangan yang ada di kemudian hari, Taiwan dan Jepang sebagai negara dengan nilai-nilai yang selaras memiliki ruang kerja sama yang luas di berbagai bidang penting, seperti semikonduktor, energi, kecerdasan buatan (AI), dan drone.”
Kepala Kantor Perwakilan Jepang di Taipei, Kazuyuki Katayama dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini hubungan Jepang-Taiwan terus mengalami pendalaman dalam kerja sama ekonomi dan teknologi. Kerja sama di industri semikonduktor menjadi sorotan dunia internasional, dan kontribusi kolaborasi kedua pihak terhadap industri global tidak diragukan lagi.
Selain di bidang ekonomi, Jepang dan Taiwan juga memiliki hubungan yang erat dalam pertukaran di tingkat pemerintah daerah, budaya, dan akademik.
President Rti, Zhang Rui-chang (張瑞昌) menyatakan bahwa ada dua hal yang mencerminkan perubahan dalam hubungan Taiwan-Jepang. Salah satu indikator penting adalah pernyatan mendiang mantan PM Jepang, Shinzo Abe, yang mengatakan bahwa “Masalah Taiiwan adalah Masalah Jepang”. Indikator lainnya adalah konsep “Siklus Kebajikan” dalam hubungan Taiwan-Jepang yang dipromosikan secara khusus oleh mantan Perwakilan Taiwan di Jepang, Frank Hsieh (謝長廷). Konsep ini berakar pada keyakinan akan kebaikan, dan juga rasa terima kasih yang tulus.
Chairman Chinese International Economic Cooperation Association (CIECA), Joseph Lyu (呂桔誠) menuturkan, CIECA secara aktif mendukung upaya diplomasi ekonomi yang dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan. Mereka akan berkolaborasi dengan sekutu, seperti Jepang dan Amerika Serikat untuk memperkuat hubungan Taiwan dengan dunia demokratis. Upaya ini bertujuan untuk membantu perusahaan Taiwan dalam memperluas jaringan global mereka, serta memasarkan dan menarik investasi di seluruh dunia, khususnya di negara-negara demokratis.