History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Yaya Kritik Pelanggaran HAM, Liu Shih-fang: Tidak Menanggapi Kasus Individual, Terbuka Terhadap Kritik

  • 26 March, 2025
  • 尤繼富
Yaya Kritik Pelanggaran HAM, Liu Shih-fang: Tidak Menanggapi Kasus Individual, Terbuka Terhadap Kritik
Yaya Kritik Pelanggaran HAM, Liu Shih-fang: Tidak Menanggapi Kasus Individual, Terbuka Terhadap Kritik 圖:中央社

(Taiwan, ROC) --- Pada Selasa malam (25/3), Yaya, warga negara Tiongkok yang menikah dengan warga Taiwan, meninggalkan Taiwan. Sebelum keberangkatannya, dia mengeluarkan pernyataan mengkritik Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (劉世芳) yang diduga menekan otoritas National Immigration Administration (NIA) dan melanggar hak asasi manusia.

Menanggapi hal tersebut, Liu Shih-fang saat diwawancarai di Yuan Legislatif menyatakan tidak akan menanggapi kasus individual dan menghormati kritik serta masukan dari berbagai pihak.

Yaya, yang dikenal mempromosikan reunifikasi dengan kekerasan, telah dicabut izin tinggal keluarganya oleh NIA dan diminta untuk segera meninggalkan Taiwan. Dia berangkat dengan pesawat pada Selasa malam. Saat ditemui di bandara, Yaya menyampaikan kritik, menekankan bahwa pemerintah menggunakannya sebagai contoh untuk menakut-nakuti yang lain, dan secara khusus menyebut Menteri Dalam Negeri Liu Shih-fang telah menekan NIA dan melanggar hak asasinya.

Saat diwawancarai di Komisi Dalam Negeri Yuan Legislatif pada tanggal 26, Liu Shih-fang menyatakan, "Maaf, seperti yang sudah saya katakan, saya tidak akan lagi berkomentar tentang kasus individual. Kami terbuka untuk menerima kritik dan masukan dari berbagai pihak. Jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki, kami akan menanganinya sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Terima kasih."

Ketika wartawan menanyakan apakah dia merasa lega setelah kepergian Yaya, Liu Shih-fang hanya menjawab bahwa dirinya masih bernapas.

Terkait penyelidikan Kementerian Dalam Negeri terhadap warga Taiwan yang diduga memiliki kartu identitas Tiongkok, Liu Shih-fang mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 70 kasus yang sedang diselidiki, dan 15 orang di antaranya telah dicabut status kependudukannya.

Komentar

Terbarumore