(Taiwan, ROC) --- Fu Cha atau Li Yan-he(李延賀), Kepala Editor Baqiwenhua, ditangkap di Tiongkok dan kasusnya diputuskan dalam sidang tingkat pertama pada 17 Februari 2025 kemarin. Pada Rabu hari ini (26/3), Kantor Urusan Taiwan menyatakan bahwa Fu Cha dihukum 3 tahun penjara atas tuduhan menghasut pemisahan negara, dicabut hak politiknya selama 1 tahun, dan dikenakan denda sebesar RMB50.000 (sekitar NT$225.000).
Kantor Urusan Taiwan mengadakan konferensi pers rutin pagi ini, Chen Bin-hua (陳斌華) membuat pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan media.
Chen Bin-hua menyatakan bahwa Pengadilan Menengah Pertama Shanghai telah mengumumkan putusan pada 17 Februari 2025, menghukum Li Yan-he dengan 3 tahun penjara atas tuduhan menghasut pemisahan negara, mencabut hak politiknya selama 1 tahun, dan menyita harta pribadi sebesar RMB50.000. Selama masa pelaksanaan hukuman, pihak terkait akan menjamin hak-hak terdakwa dan keluarganya sesuai hukum.
Chen Bin-hua mengatakan bahwa terdakwa menyatakan pengakuan bersalah di pengadilan, dan tidak mengajukan banding dalam periode yang ditentukan hukum, sehingga putusan terkait telah berkekuatan hukum tetap. Terdakwa dan keluarganya mengetahui dengan jelas masa hukumannya.
Fu Cha pergi ke Tiongkok pada Maret 2023 untuk mengunjungi keluarga dan mengurus prosedur pembatalan registrasi rumah tangganya di Tiongkok, dalam rangka menyelesaikan permohonan kewarganegaraan Taiwan. Namun sayang, di tengah perjalanannya, Fu Cha kemudian dilaporkan hilang kontak.
Pada 17 Maret 2025, Kantor Urusan Taiwan mengkonfirmasi bahwa Pengadilan Menengah Pertama Shanghai telah mengumumkan putusan sidang tingkat pertama terhadap Fu Cha pada 17 Februari 2025.