History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Warga AS Bekerja di Taiwan Sebagai Penerjemah Kini Malah Lansia Tinggal Sendiri

  • 17 March, 2025
  • 鄭蕙玲
Warga AS Bekerja di Taiwan Sebagai Penerjemah Kini Malah Lansia Tinggal Sendiri
Lansia (70-an tahun) pemegang APRC berkewarganegaraan AS tinggal sendiri di Distrik Beitou Kota Taipei, dia tidak bisa pulang karena tidak bertenaga dan dibantu warga untuk diantar pulang ke rumah. (foto: Kepala RT setempat Lie Chiu-xia, sumber : udn.com))

(Taiwan, ROC)Seorang kakek berkewarganegaraan AS (usia 70-an tahun) tinggal sendiri di distrik Beitou Kota Taipei, pemegang kartu residen permanen (APRC), akan tetapi tidak memenuhi persyaratan untuk mendapatkan layanan untuk orang tua tinggal sendiri, saat ini ditemukan kondisinya cukup kritis, kedua kaki mengalami peradangan, sudah beberapa hari tidak makan, ketika keluar mencari makanan, kehabisan tenaga tidak mampu berjalan pulang kembali ke rumah. Kepala RT Lie Chiu-xia(李秋霞) membantu mencarikan pertolongan agar bisa mengantarnya pulang, setiba di rumah mendapati kondisi ruangan dalam rumah yang dipenuhi dengan sampah yang menggunung. Kemudian ada anggota DPR membantu dan mengatur agar kakek ini mendapat perawatan yang lebih layak.

Anggota DPR Huang Ching-ying (黃瀞瑩) mengatakan, pada tanggal 5 Maret, setelah menjemput kepala RT, kami berkumpul di Pusat Layanan Kesejahteraan Komunitas di Beitou, meminta tim medis dari rumah sakit Tri-Service General cabang Beitou untuk memeriksakan kesehatannya. Serupa dengan kebanyakan orang tua, pada awalnya selalu menolah untuk diantar ke rumah sakit, setelah diperiksa juga menolak untuk menjalani rawat inap, beruntung sekali ada warga, kepala RT, petugas pemadam kebakaran, pekerja sosial dan tim medis yang sangat membantu dan membujuknya, akhirnya dia bersedia dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut dinas kesejahteraan sosial untuk data terbaru pada bulan Januari 2025, jumlah lansia kota Taipei sebanyak 576.507 orang, yang tercatat sebagai lansia tinggal sendiri 9.821 orang. Anggota DPR Huang Ching-ying beranggapan, jumlah kasus yang terdata sebagai lansia hampir mendekati 10.000 orang, akan tetapi angka sebenarnya pasti lebih besar, kelompok orang ini sangat membutuhkan perhatian masyarakat, lebih bersikap ramah, ketika melihat ada orang yang memerlukan bantuan saat di jalan, maka beranikan diri untuk bertanya, bentuk kepedulian atau perhatian ini barang kali bisa mengubah kehidupan orang lain, “saat ini peduli kepada orang lain, yang berarti menjaga masa depan diri sendiri”.

Dinas kesejahteraan sosial mengatakan, kasus ini adalah warga AS, pemegang APRC, berdasarkan dari penjelasan pribadi yang disampaikan bahwa sejak muda datang ke Taiwan bekerja sebagai penerjemah, setelah pensiun tinggal sendiri dan menyewa rumah di distrik Beitou, Kota Taipei. Beberapa tahun yang lalu, pihaknya mendapatkan laporan dari Kepala RT, mempertimbangkan kasus non-kewarganegaraan Taiwan, tidak bisa tercatat untuk bantuan layanan lansia tinggal sendiri, akan tetapi masih ada sumber bantuan lain yang bisa diberikan, hingga saat ini akan ditangani oleh pusat layanan kesejahteraan komunitas Beitou, dan melakukan kunjungan secara berkala.

Foto: Lansia (70-an tahun) pemegang APRC berkewarganegaraan AS tinggal sendiri di Distrik Beitou Kota Taipei, dia tidak bisa pulang karena tidak bertenaga dan dibantu warga untuk diantar pulang ke rumah. (foto: Kepala RT setempat Lie Chiu-xia)

Komentar

Terbarumore