(Taiwan, ROC) --- Massa udara dingin kuat bergerak ke selatan dan memberikan pengaruh signifikan terhadap cuaca di Taiwan. Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) merilis Peringatan Suhu Rendah pada Minggu dini hari (16/3), masing-masing Kota New Taipei, Kota Taoyuan, Kabupaten Hsinchu, Kabupaten Miaoli dengan kemungkinan suhu turun di bawah 10C.
Ahli klimatologi di Taiwan menyampaikan bahwa gelombang udara dingin ini akan memberikan pengaruh selama 7 hingga 9 hari, periode terdingin jatuh antara Senin (17/3) hingga Selasa (18/3), memiliki potensi mencapai level dengan suhu minimum turun hingga sekitar 5C.
Ada kemungkinan turun salju di pegunungan dengan ketinggian di atas 3000 meter pada malam hari, perlu diperhatikan kondisi jalan yang membeku dan licin.
Ahli klimatologi, Lin De-en (林得恩) menyatakan bahwa dinginnya awal musim semi yang naik kemudian turun dengan perubahan sangat cepat. Menurut model prakiraan cuaca jangka panjang terbaru dari CWA, gelombang udara dingin kuat ini mulai bergerak ke selatan sejak Sabtu kemarin (15/3) dan lebih lanjut mempengaruhi cuaca Taiwan.
Periode pengaruhnya bisa berlangsung hingga 7 hari hingga 9 hari. Sampai tanggal 21 Maret atau 22 Maret, suhu baru akan menunjukkan tren kenaikan (hangat) yang lambat.
Periode terdingin akan jatuh antara 17 Maret hingga 18 Maret, intensitasnya mendekati level massa udara dingin kuat, bahkan berpotensi naik menjadi gelombang dingin sangat kuat. Dengan efek pendinginan radiasi, peluang suhu rendah di bawah 10°C di daerah dekat pegunungan bagian barat Taiwan dan daerah terbuka pesisir semakin besar.
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan perubahan suhu dan menyesuaikan pakaian yang dikenakan.