History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PETA Asia Sayangkan Kematian Kuda Nil Kerdil di Kebun Binatang Taipei

  • 15 March, 2025
  • 李珮菁
PETA Asia Sayangkan Kematian Kuda Nil Kerdil di Kebun Binatang Taipei
Kuda nil kerdil yang bernama Thabo yang mati di Kebun Binatang Taipei (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Seekor kuda nil kerdil di Kebun Binatang Taipei mati baru-baru ini. Organisasi perlindungan hewan PETA Asia mengungkapkan beberapa waktu lalu, bahwa penangkaran tidak bisa menggantikan konservasi yang sesungguhnya. Mereka mengajak masyarakat untuk berhenti menonton hewan terkenal dan menyarankan agar “kesejahteraan hewan yang dipertontonkan” dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, agar masyarakat lebih memahami hak-hak hewan.

Kuda nil kerdil jantan bernama Thabo, yang berusia dua tahun, didatangkan dari Kebun Binatang Singapura (Mandai Wildlife Group) ke Kebun Binatang Taipei pada November tahun lalu. Thabo mulai diperkenalkan kepada pengunjung pada Januari tahun ini, tetapi mati pada dini hari tanggal 10 Maret. Hasil autopsi awal menunjukkan bahwa penyebab kematiannya adalah kekurangan gizi serta infeksi.

Advokat PETA Asia Lin Ting-yi (林婷憶) menjelaskan bahwa kuda nil kerdil adalah hewan tropis. Ketika Thabo dibawa ke Taiwan pada bulan November, Taiwan tengah memasuki musim dingin, sehingga suhu menjadi lebih dingin. Selain itu, kuda nil kerdil merupakan hewan nokturnal yang biasanya beristirahat di rawa dan hutan pada siang hari. Tetapi, di kebun binatang, ia harus tampil di bawah sinar matahari untuk dilihat pengunjung. Hal ini bertentangan dengan sifat alaminya dan berdampak negatif pada kesehatannya.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan data BBC, kuda nil kerdil di alam liar bisa hidup hingga 40 tahun, sedangkan Thabo mati pada usia dua tahun. Meskipun kebun binatang sering berdalih bahwa pertukaran hewan antar-institusi bertujuan untuk konservasi, pendidikan, atau penelitian, mereka sering mengabaikan kebutuhan alami hewan dan lingkungan tempat tinggal yang sesuai.

Selain itu, PETA Asia juga menawarkan bantuan kepada kebun binatang yang ingin memindahkan hewan ke suaka margasatwa agar mereka dapat hidup di lingkungan yang lebih sesuai dengan habitat aslinya. Sebagai contoh, mereka pernah menawarkan bantuan kepada kebun binatang di Filipina yang memelihara seekor gajah, serta sebuah pusat perbelanjaan di Thailand yang menahan gorila dalam kondisi yang bertentangan dengan sifat alaminya. Sayangnya, tawaran ini tidak diterima, dan gajah di kebun binatang Filipina tersebut akhirnya mati pada Desember 2023.

Komentar

Terbarumore