(Taiwan, ROC) Situasi internasional berubah dengan cepat, Taiwan menanggapi dengan persiapan untuk menjaga kedaulatannya, beberapa pakar dan cendekiawan, termasuk mantan wakil penasihat Dewan Keamanan Nasional AS, Matt Pottinger bersama menulis buku "Boiling Moat: Urgent Action to Defend Taiwan", secara bertahap mengusung rencana strategis, baru-baru ini buku ini diluncurkan di Taiwan.
Menurut informasi tentang buku baru yang dirilis oleh "Business Today", buku tersebut mendalami kemungkinan konsekuensi bencana dari invasi atau blokade Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Daratan Tiongkok terhadap Taiwan, dan mengusulkan serangkaian langkah praktis dan rencana strategis yang dapat menghasilkan pencegahan yang kuat, yang bertujuan untuk menjadikan Selat Taiwan sebagai "Boiling moat (parit mendidih)" yang sulit dilintasi Tiongkok.
Buku ini menekankan, letak strategis Selat Taiwan sebagai jalur kehidupan perdagangan maritim global. Lebar "Penghu Channel" lebih dari 100 kilometer ini tidak hanya mengemban tugas pembangunan ekonomi bagi banyak negara, tetapi juga merupakan penghalang strategis yang membuat iri Ukraina. Oleh karena itu, menjamin keamanan Selat Taiwan sangat penting untuk menjaga stabilitas perekonomian global.
Buku ini juga menyerukan Taiwan dan negara sahabatnya untuk segera mengambil tindakan dan merumuskan strategi militer yang kuat untuk menghalangi agresi Tiongkok. Penulis lebih lanjut menekankan bahwa persiapan perang adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga perdamaian. Taiwan, AS, Jepang, Australia, Eropa, dan lainnya harus bekerja sama untuk merumuskan strategi militer yang layak untuk menjadikan Selat Taiwan sebagai “parit mendidih” yang sulit dilintasi Tiongkok.
Dalam buku ini mencantumkan 4 tanggap darurat diantaranya, bab Taiwan: membahas tentang budaya militer, menghadang kekuatan militer RRT dan operasi zona abu-abu; bab AS : fokus pada menenggelamkan kapal perang RRT, isolasi dan blockade, mengerahkan tentara dan persiapannya; bab Jepang : mengeksplorasi peranan penting Jepang; selain itu juga membahas misi darurat Australia dan Eropa.
Matt Pottinger saat ini peneliti Hoover Institution, sekaligus sebagai Chairman Foundation for Defense of Democracies untuk program Daratan Tiongkok. Ia pernah mengemban tugas sebagai konsultan Gedung Putih AS, sangat mendalami urusan Asia dan berpengalaman luas terkait keamanan internasional.