(Taiwan, ROC)-- Festival Kesenian Tradisional Taipei yang diselenggarakan oleh Orkestra Tionghoa Taipei (TCO), tahun ini memasuki edisi ke-38. Festival ini menghadirkan beragam pertunjukan seni, termasuk musik, tari, dan teater, dengan sentuhan kreativitas baru. Beberapa inovasi menarik yang akan ditampilkan adalah “opera memetik teh” bertema AI dari teater Hakka, wayang potehi Taiwan, serta opera ritual “Choushen”, yang menggabungkan seni teater tradisional dengan pencahayaan modern. Acara ini akan berlangsung mulai Maret dengan berbagai pertunjukan menarik.
Sebagai festival kesenian tradisional terbesar di Taiwan, Festival Kesenian Tradisional Taipei 2025 mengusung tema "Kolaborasi Lintas Batas". Festival ini akan menghadirkan musisi dan seniman berbakat dari dalam dan luar negeri, dengan total 28 macam pertunjukan dan 37 kali pementasan yang akan digelar mulai 10 Maret hingga 8 Juni.
Konser pembukaan bertajuk "Reed" akan digelar pada 10 Maret di National Concert Hall Taipei dan 12 Maret di Weiwuying Concert Hall Kaohsiung. Dipimpin oleh konduktor utama Chang Yu-an (張宇安), konser ini akan menghadirkan Christian Schmitt, seorang pemain organ pipa kelas dunia, yang akan tampil bersama pemain instrumen tiup sheng, Zhu Le-ning (朱樂寧) dan Sun Yan-xiang (孫衍詳) dalam sebuah pertunjukan yang berfokus pada alat musik tiup yang memiliki reed (buluh penggetar).
Selain itu, Grup Teater Youxi akan membawakan sebuah “opera memetik teh” komedi berjudul "Manual AI di Istana Yama", yang menceritakan tentang seorang insinyur muda dari Taman Sains Hsinchu yang meninggal karena kelelahan kerja. Setelah meninggal, dia tiba di neraka, tetapi malah dipaksa untuk terus bekerja! Insinyur tersebut kemudian memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke Istana Yama (istana neraka), yang memicu kontroversi baru. Produser Grup Teater Youxi, Yuan Yi-jia (袁藝家), tertawa dan mengatakan bahwa ini adalah terobosan terbesar mereka sejauh ini, dan mereka berharap dapat menarik lebih banyak penonton dari kalangan muda.
Direktur TCO Zheng Li-bin (鄭立彬) mengungkapkan bahwa Festival Kesenian Tradisional Taipei dalam beberapa tahun terakhir memang menghadapi tantangan besar terkait penjualan tiket. Dia tidak tahu apakah hal ini berarti seni pertunjukan tradisional sedang mengalami penurunan, tetapi dia tetap berharap dengan berbagai cara inovatif, lebih banyak orang akan tertarik dan menikmati keindahan seni opera tradisional dan musik klasik Tionghoa.