(Taiwan, ROC) --- Ditjen Pariwisata dari Kementerian Transportasi dan Komunikasi Taiwan pada 3 Maret lalu mengumumkan kondisi operasional industri akomodasi (penginapan) tahun lalu (2024). Dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2023), jumlah tamu secara keseluruhan sedikit menurun. Jumlah tamu lokal menurun sekitar 6,21%, sementara jumlah tamu asing meningkat sekitar 18,3%, dan pendapatan pun sedikit meningkat.
Berdasarkan data Ditjen Pariwisata, jumlah tamu sektor penginapan adalah 78,7 juta orang pada tahun lalu, mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 79,83 juta orang, dan 79,87 juta orang pada tahun 2019.
Ditjen Pariwisata menganalisis, bahwa di antara wisatawan yang menginap di penginapan tahun lalu, terdapat 59,868 juta wisatawan Taiwan, melampaui 51,582 juta pada tahun 2019, peningkatan sekitar 16,06%. Namun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlahnya menurun sebesar 3,967 juta (-6,21%).
Untuk wisatawan mancanegara, jumlahnya tahun lalu adalah 18,928 juta orang atau meningkat sekitar 18,3% dibanding tahun sebelumnya sebanyak 15,998 juta orang.
Ditjen Pariwisata menyakini, bahwa penurunan jumlah warga Taiwan yang menginap di penginapan tidak berarti semuanya bepergian ke luar negeri. Banyak orang yang memilih tur 1 hari saat merencanakan perjalanan domestik mereka.
Mengenai harga, statistik Ditjen Pariwisata memperlihatkan, bahwa tarif kamar rata-rata industri perhotelan (termasuk hotel turis dan hotel umum) tahun lalu adalah NT$2.960, turun NT$35 dari NT$2.995 pada tahun sebelumnya, turun 1,17%; tarif kamar homestay (penginapan sederhana) tahun lalu adalah NT$2.405, turun NT$104 dari NT$2.509 pada tahun sebelumnya, turun 4,15%, yang menunjukkan bahwa tren pertumbuhan tarif kamar rata-rata di industri akomodasi sedikit melambat.
Ditjen Pariwisata menyampaikan, jika mencermati sebaran rata-rata tarif kamar di industri perhotelan, sebanyak 79% (sekitar 2.700 hotel) memiliki tarif kamar di bawah rata-rata, dan 21% (726 hotel) memiliki tarif kamar di atas rata-rata. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar perhotelan masih menunjukkan tren "segmentasi". Menurut statistik triwulanan, tarif kamar rata-rata tertinggi di industri perhotelan ada pada triwulan pertama, dengan hotel sebesar NT$3.048 dan penginapan sederhana (B&B) sebesar NT$2.507.
Dalam hal tingkat hunian, tingkat hunian kamar industri perhotelan tahun lalu sebesar 50,44%, turun 0,42 poin persentase dari tahun sebelumnya yang sebesar 50,86%; tingkat hunian rumah singgah sebesar 24,67%, turun tipis 1,95 poin persentase dari tahun sebelumnya yang sebesar 26,62%.
Dari sisi kinerja pendapatan, berdasarkan statisitik Ditjen Pariwisata, total pendapatan operasional industri akomodasi tahun lalu adalah NT$178,827 miliar, meningkat sebesar NT$840 juta, atau 0,47%, dibandingkan dengan NT$177,987 miliar pada tahun sebelumnya, menunjukkan sedikit peningkatan. Jika dibandingkan dengan NT$156,337 miliar pada tahun 2019, meningkat sebesar NT$22,49 miliar, setara dengan pertumbuhan sebesar 14,39%.
Ditjen Pariwisata menyampaikan, bahwa industri penginapan di Taiwan terbagi atas 3 jenis utama; hotel wisata, hotel, dan penginapan sederhana (B&B/homestay). Tahun lalu, terdapat 15.573 usaha akomodasi, meningkat 672 dari 14.901 pada tahun sebelumnya, termasuk 683 B&B dan sedikit penurunan 11 hotel. Dibandingkan dengan 12.768 usaha akomodasi sebelum epidemi, terdapat 2.805 lebih banyak, tumbuh 22%; jumlah kamar meningkat dari 234.994 pada tahun 2019 menjadi 255.750 pada tahun 2024, meningkat 15.581, tumbuh 6,6%.