History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kontroversi Perubahan Kategori Pil Kontrasepsi Darurat, FDA akan Menganalisis Risikonya

  • 08 March, 2025
  • 許秀玉
Kontroversi Perubahan Kategori Pil Kontrasepsi Darurat, FDA akan Menganalisis Risikonya
Kontroversi Perubahan Kategori Pil Kontrasepsi Darurat, FDA akan Menganalisis Risikonya/ Foto: CNA

 (Taiwan, ROC) -- Perdebatan mengenai apakah pil kontrasepsi darurat harus dialihkan menjadi obat bebas telah berlangsung lama. Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Taiwan pada 6 Maret mengadakan rapat dengan para ahli dan kelompok terkait untuk membahas isu ini. FDA mengungkapkan bahwa mereka akan mengutamakan manajemen risiko dan kepentingan masyarakat dalam analisis serta evaluasi lanjutan, sambil terus membangun konsensus sosial. Federasi Asosiasi Apoteker Taiwan dan kelompok perempuan menyatakan dukungan mereka terhadap perubahan kategori pil kontrasepsi darurat ini dan mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan.

Saat ini, "pil kontrasepsi darurat" di Taiwan masih dikategorikan sebagai obat resep yang harus diperoleh melalui dokter. Pada tahun 2016, FDA Taiwan sempat berupaya mengubah statusnya menjadi obat bebas tanpa resep, tetapi rencana tersebut ditunda karena perbedaan pendapat dari berbagai pihak.

Pada 6 Maret, FDA Taiwan mengadakan "Rapat Pakar tentang Kelayakan Perubahan Kategori Pil Kontrasepsi Darurat", dengan mengundang pakar medis, kelompok perempuan, serta organisasi perlindungan anak untuk membahas kelayakan perubahan kategori dan langkah-langkah pendukung yang diperlukan.

Dalam siaran persnya, Federasi Asosiasi Apoteker Taiwan menyebutkan bahwa sebagian besar negara maju di dunia telah mengklasifikasikan pil kontrasepsi darurat sebagai obat bebas. Taiwan tidak seharusnya bertentangan dengan tren global. Saat ini, kelompok perempuan dan organisasi perlindungan anak di Taiwan tidak menentang perubahan ini.

Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh organisasi "Taiwan Women's Link", hampir 70% masyarakat mendukung perubahan kategori ini dengan alasan kemudahan akses, serta memperluas ruang gerak perempuan dalam mengambil keputusan. Hanya beberapa kelompok dokter yang masih bersikap hati-hati terhadap perubahan ini.

Federasi Asosiasi Apoteker Taiwan juga meminta pemerintah segera mengimplementasikan kebijakan pendukung guna memastikan hak kesehatan perempuan tidak terhambat.

Selain itu, Yayasan Taipei Women's Rescue pada 5 Maret juga mengeluarkan pernyataan yang mendukung perubahan kategori pil kontrasepsi darurat menjadi obat bebas. Mereka menegaskan bahwa perubahan ini dapat membantu perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual, belum siap, atau tidak menginginkan kehamilan untuk melakukan kontrasepsi darurat, sehingga menjaga hak atas tubuh dan hak reproduksi mereka. Mereka juga menekankan bahwa pil kontrasepsi darurat adalah "obat kontrasepsi", bukan "obat aborsi", sehingga tidak berhubungan dengan kehidupan janin maupun mempengaruhi kesuburan di masa depan.

Komentar

Terbarumore