(Taiwan, ROC) – Film animasi Tiongkok “Ne Zha 2” meraih kesuksesan besar di box office global setelah dirilis, serta memicu perhatian terkait kemungkinan penayangannya di Taiwan. Produser film tersebut, Wang Chang-tian (王長田) baru-baru ini dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa semua persiapan untuk penayangan di Taiwan sudah dilakukan dan tidak ada hambatan dari pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Menurutnya, kendala utama justru berasal dari pembatasan di Taiwan, yang kemudian memicu perdebatan di kedua sisi Selat Taiwan.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan Li Yuan (李遠) saat menghadiri upacara peringatan 78 tahun insiden 228 pada hari ini (28/2), menyatakan bahwa Ne Zha 2 belum mengajukan permohonan penayangan. Dirinya membantah rumor bahwa film tersebut terhambat di Taiwan dan menyebutnya sebagai sesuatu yang sangat tidak masuk akal.
Li Yuan (李遠) mengatakan, “Pertama, film Tiongkok yang ingin tayang di Taiwan harus melalui sistem undian atau memenangkan penghargaan, dan film “Ne Zha 2” sama sekali belum mengajukan permohonan. Jika pun mengajukan, maka tetap harus mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di Taiwan. Jadi, mengapa masalah ini bisa sampai menjadi perdebatan yang besar? Saya benar-benar merasa ini sangat tidak masuk akal.”
Sementara itu, Kementerian Kebudayaan (MOC) Taiwan menjelaskan bahwa berdasarkan peraturan mengenai “jumlah, kategori, dan durasi program film dan televisi dari RRT yang dapat didistribusikan, diputar, dan disiarkan di Taiwan”, jumlah film Tiongkok yang dapat masuk ke Taiwan dibatasi maksimal 10 film per tahun. Perusahaan distribusi film setiap tahunnya mesti mengajukan permohonan, kemudian Biro Pengembangan Industri Audiovisual dan Musik (BAMID) akan menentukan urutan izin melalui sistem undian terbuka.
Film Ne Zha 2 dalam dua tahun terakhir ini tidak pernah mengajukan permohonan. Jikalau di kemudian hari berencana untuk menayangkannya di Taiwan, maka pihak terkait dapat mengajukan permohonan sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu, jika sebuah film tidak berhasil masuk dalam kuota 10 film melalui undian, tetap dapat ditayangkan di Taiwan apabila memenangkan penghargaan di kategori kompetisi dari Festival Film Cannes di Prancis, Festival Film Venesia di Italia, Festival Film Berlin di Jerman, Academy Awards (Oscar) di Amerika Serikat, atau penghargaan Film Terbaik dan Sutradara Terbaik di Golden Horse Awards.
MOC menunjukkan, karena impor film antara Taiwan dan Tiongkok belum mencapai keseimbangan dan saling menguntungkan, sistem kuota impor film Negeri Panda yang diterapkan saat ini masih lebih terbuka dibandingkan dengan kebijakan di Tiongkok. Selain itu, mengingat kuota film berkaitan dengan mekanisme pasar dan kepentingan komersial, setelah berkali-kali mengadakan konsultasi dengan para pelaku industri film, disepakati bahwa sistem undian tetap digunakan guna menjaga keadilan dan legitimasi.
MOC juga menambahkan bahwa film Tiongkok yang dapat masuk ke Taiwan dibatasi pada tema romansa artistik, drama keluarga, kisah hangat dan menghibur, sejarah kerajaan, legenda bela diri, thriller misteri, serta petualangan dan aksi. Film yang memperoleh kuota izin tetap harus menjalani proses peninjauan dan penggolongan sesuai dengan “UU Hubungan Antara Kedua Masyarakat di Wilayah Taiwan dan Wilayah Daratan” serta “UU Perfilman” sebelum dapat ditayangkan.