(Taiwan, ROC) - Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan percaya bahwa posisi Amerika Serikat dalam mempertahankan status quo di Selat Taiwan telah menjaga stabilitas regional untuk kurun waktu yang panjang, dan di masa mendatang, Taiwan akan terus bekerja sama dengan AS untuk memperdalam kemitraan bilateral yang erat dan saling menguntungkan, serta secara aktif memperkuat kemampuan pertahanan negara.
Demikian bunyi siaran pers yang dirilis oleh MOFA pada hari Senin, merespons sejumlah aksi konkret AS dalam mendukung Taiwan, termasuk diperbaruinya laman “Kondisi Terkini Hubungan AS-Taiwan” di situs web resmi Departemen Luar Negeri AS untuk menegaskan kembali komitmen keamanannya terhadap Taiwan sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan, dan ditegaskannya komitmen yang relevan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam beberapa wawancara.
Selain itu, Rubio juga menegaskan kembali bahwa AS menentang segala perubahan dalam status quo di Selat Taiwan melalui kekerasan, ancaman, atau paksaan. Ia juga sekali lagi menyatakan dukungannya terhadap partisipasi internasional Taiwan, dan bahwa Tiongkok tidak dapat mewakili pandangan dan kepentingan Taiwan di arena internasional.
Juru bicara MOFA Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan, “Terima kasih kepada pemerintahan Trump karena terus mematuhi Undang-Undang Hubungan Taiwan dan Enam Jaminan, yang menunjukkan penekanannya pada perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, kemitraan ekonomi, perdagangan, dan teknologi antara Taiwan dan Amerika Serikat, serta ruang internasional Taiwan.”
Menurut MOFA, Taiwan akan terus bekerja sama dengan AS untuk memperdalam kemitraan erat yang saling menguntungkan dan memperkuat kemampuan pertahanan negara, bersama-sama menjaga status quo di Selat Taiwan, dan mendorong kesejahteraan rakyat kedua negara serta perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional.