History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Minta Legislator DPP Menjaga Demokrasi dan Melihat Potensi Kebijakan Trump 2.0 Sebagai Peluang

  • 24 February, 2025
  • 陳志勇
Presiden Minta Legislator DPP Menjaga Demokrasi dan Melihat Potensi Kebijakan Trump 2.0 Sebagai Peluang
Presiden Lai Ching-te (賴清德) (kedua dari kiri) mengadakan acara makan siang untuk anggota kaukus legislatif Partai Progresif Demokratik (DPP) di kediaman presiden pada hari Minggu siang. (Foto: Facebook legislator Lin Dai-hua (林岱樺))

(Taiwan, ROC) - Presiden Lai Ching-te (賴清德) meminta para anggota Yuan Legislatif dari partai berkuasa untuk menjaga kedaulatan dan demokrasi Taiwan, melihat potensi perubahan kebijakan di bawah Presiden AS Donald Trump sebagai peluang dan bukan tantangan, dan terus memperkuat pertahanan nasional dalam menghadapi perkembangan situasi lintas Selat Taiwan.

Presiden mengungkapkan hal tersebut saat mengadakan acara makan siang untuk anggota kaukus legislatif Partai Progresif Demokratik (DPP) di kediaman presiden pada hari Minggu siang dengan kapasitasnya sebagai Ketua DPP, di mana pesertanya juga mencakup Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) dan Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chun (鄭麗君).

Berbicara bersama reporter usai acara, Sekretaris Jenderal Kaukus DPP Wu Szu-yao (吳思瑤) mengatakan bahwa isi pidato Presiden Lai mencakup tiga aspek. Yang pertama adalah meminta setiap anggota DPP untuk berpegang teguh pada tekad menjaga kedaulatan dan demokrasi Taiwan.

Wu mengatakan, “Presiden Lai mengutip ucapan terkenal mantan Presiden AS John F. Kennedy, 'Jangan tanya apa yang telah dilakukan negara untukmu, tetapi tanyakan apa yang telah kamu lakukan untuk negara.' Ia menggunakan ucapan klasik dalam sejarah ini untuk saling menyemangati. Pada saat kritis ini, kita semua harus mengerahkan kekuatan yang lebih intensif untuk menjaga demokrasi Taiwan, menjaga kedaulatan Taiwan.”

Menurut Wu, aspek kedua adalah perihal isu Trump 2.0, di mana Lai menegaskan bahwa potensi perubahan kebijakan di bawah Presiden AS Donald Trump seharusnya dipandang sebagai peluang dan bukan tantangan; sementara aspek ketiga adalah dalam perkembangan hubungan dengan Tiongkok, Taiwan akan terus memperkuat pertahanan nasional dan kekuatan militer serta meningkatkan ketahanan ekonomi.

Komentar

Terbarumore