(Taiwan, ROC) --- Bagi masyarakat Taiwan, struk belanja merupakan hal yang biasa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di mata orang asing, struk belanja Taiwan sangatlah istimewa. Dalam episode terbaru dari program radio “The Power of New Immigrants” mengundang Chen Mei-ping (陳美萍), seorang Penduduk Imigran Baru asal Indonesia yang telah menetap di Taiwan selama bertahun-tahun berbagi dengan para pemirsa tentang pengamatannya, pentingnya struk belanja, dan perbedaan struk belanja antara Taiwan dengan Indonesia. Acara ini telah secara resmi disiarkan pada tanggal 21 Februari pada pukul 14:00 waktu Taiwan.
Untuk membantu para Penduduk Imigran Baru beradaptasi dengan kehidupan di Taiwan, memungkinkan masyarakat untuk memahami multikulturalisme yang lebih mendalam, Ditjen Imigrasi Nasional Taiwan (NIA) meluncurkan program radio dan podcast “The Power of New Immigrants” (新住民心力量) yang diproduksi oleh Radio Taiwan Internasional (Rti) dan disiarkan oleh Stasiun Radio Polisi. Kontennya mencakup advokasi kebijakan, pertukaran budaya, dan informasi kehidupan sehari-hari. Acara tersebut baru-baru ini mengundang Penduduk Imigran Baru asal Indonesia, Chen Mei-ping (陳美萍) untuk menjadi tamu. Ia belajar di Universitas Ming Chuan dan memperoleh gelar sarjana komunikasi, kemudian belajar di National Taiwan Normal University (NTNU) dan meraih gelar master pengajaran Bahasa Mandarin. Ia sekarang menjadi penerjemah profesional Indonesia dan aktif menulis. Selain itu, ia juga menjual camilan dan bento ala Indonesia, berkomitmen memperkenalkan makanan Indonesia ke pasar Taiwan. Chen Mei-ping yang telah tinggal di Taiwan bertahun-tahun saat ini memiliki KTP Taiwan dan telah benar-benar menjadi orang Taiwan.
Apakah perbedaan struk belanja di Taiwan dan di Indonesia? Apa yang disebut dengan struk elektronik? Bagaimana cara memeriksanya? Bagaimana cara untuk mengklaim hadiah struk terkait? Chen Mei-ping berbagi pengalaman pribadi dan informasinya secara praktis kepada para pendengar dalam program tersebut.
Program “The Power of New Immigrants” merupakan program radio pertama dari Ditjen Imigrasi (NIA) yang dialihdaya dan diproduksi oleh Radio Taiwan Internasional (Rti), disiarkan di Radio Polisi FM104.9 sejak 18 Oktober tahun lalu setiap hari Jumat dan Sabtu pukul 14:00.