(Taiwan, ROC) Konferensi nasional universitas yang diadakan setiap tahun mulai digelar secara resmi selama 2 hari (20-21 Februari 2025) di Yilan, Presiden Lai Ching-te pada hari Kamis ini (20/2) turut menghadiri, ini adalah pertama kali Lai Ching-te menghadiri acara tahunan ini sejak menjabat sebagai presiden, saat memberikan sambutan, Presiden Lai mengungkit 4 visi besar pendidikan tinggi di Taiwan. Beliau menekankan, gaya hidup bebas dan demokrasi serta kebebasan berakademik merupakan aset berharga nasional dan mengingatkan seluruh masyarakat serta perguruan tinggi untuk meningkatkan kesadaran akan pertahanan negara.
Konferensi Nasional Presiden Perguruan Tinggi dan Universitas yang diadakan setiap tahun secara resmi akan dimulai di Yilan hari ini dan besok (tanggal 20 dan 21). Presiden Lai Qingde juga hadir di tempat tersebut hari ini. Ini adalah pertama kalinya Presiden Lai menghadiri acara tahunan ini sejak menjabat. Dalam pidatonya, beliau mengusulkan empat visi utama pendidikan tinggi di negara kita.
Yang pertama adalah “tidak menelantarkan semua anak.” Presiden Lai menekankan bahwa pemerintah dan sekolah harus mengalokasikan lebih banyak sumber daya kepada anak-anak dari keluarga miskin atau tinggal di daerah pedesaan. Menerapkan persamaan hak dalam pendidikan harus menjadi tujuan pemerintah.
Selanjutnya, pemerintah harus memberi anak-anak sayap untuk bermimpi. Presiden Lai Ching-te mengatakan bahwa setelah dia menjabat, dia mempromosikan program “Taiwan Global Pathfinders Initiative” yang bertujuan untuk mendukung anak-anak mengejar Impian mereka, melanjutkan studi di luar negeri dan memperluas wawasan internasional mereka. Hal ini tidak hanya membantu anak-anak mewujudkan Impian mereka tetapi juga membuat negara ini menjadi negara hebat.
Lebih lanjut Presiden Lai Ching-te mengatakan, dalam menghadapi lingkungan global yang kompetitif, pemerintah akan berlanjut memainkan peran mendukung pengembangan pendidikan tinggi. Sejak tahun 2021, diloloskannya “peraturan inovasi akademisi industri”, selain lembaga penelitian terkait sektor semikonduktor, manufaktur cerdas, kecerdasan buatan, atau ekonomi sirkular, juga mendalami rencana pengembangan pendidikan tinggi dan di masa mendatang pemerintah pro aktif mempromosikan kerja sama industri -akademisi, mendorong perguruan tinggi menciptakan atmosfir kewirausahaan; diyakini melalui peningkatan daya saing perguruan tinggi maka akan semakin banyak SDM talenta yang terdidik dan sangat bermanfaat untuk memperkuat negara.
Terakhir, Presiden Lai menekankan bahwa cara hidup yang bebas dan demokrati serta kebebasan akademis adalah aset berharga nasional. Agar perkembangan Taiwan di berbagai bidang semakin beragam dan beragam, serta terus berkembang hingga mendunia. Beliau berharap seluruh masyarakat, dan perguruan tinggi dapat meningkatkan kesadarannya akan pertahanan negara.