(Taiwan, ROC) -- Dalam menanggapi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengumumkan rencana “tarif pajak setara”, Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada pagi hari ini (14/2) menggelar rapat tinggi keamanan nasional. Setelah rapat usai, dirinya memberikan pernyataan terbuka, menyampaikan strategi nasional yang jelas mengenai hubungan Taiwan-AS, industri semikonduktor, dan hubungan lintas selat.
Terkait hubungan Taiwan-AS, Presiden Lai menyatakan bahwa Taiwan sangat berterima kasih atas dukungan berkelanjutan dari pemerintah Trump sejak awal masa jabatan, di mana pemerintah Partai Progresif Demokrat (DPP) Taiwan telah bekerja sama dengan Trump sejak masa jabatan pertama dan terus berlanjut hingga saat ini sebagai salah satu mitra internasional. Berdiri di garis depan melawan otoritarianisme di rantai pulau pertama dan dunia demokrasi, Taiwan bersedia terus bekerja sama dengan AS di berbagai bidang. Meskipun kebijakan Taiwan-AS dalam beberapa tahun mendatang mungkin akan mengalami perubahan, tetapi saling percaya dan kerja sama yang erat antara Taiwan dan Washington akan tetap stabil dan berkelanjutan. Presiden Lai meminta masyarakat Taiwan untuk tetap tenang.
Dalam perkembangan industri semikonduktor, Presiden Lai menyatakan bahwa Taiwan sebagai salah satu negara semikonduktor terbesar di dunia, “kami memiliki kemampuan dan bersedia untuk menghadapi situasi baru”. Menanggapi perhatian Trump terhadap industri semikonduktor Taiwan, pemerintah akan meresponsnya dengan hati-hati, memperkuat komunikasi antara Taiwan dan AS, serta meningkatkan pemahaman satu sama lain. Taiwan akan mengajukan “Inisiatif Mitra Rantai Pasokan Semikonduktor Demokratis Global”, bekerja sama dengan AS dan mitra demokratis lainnya untuk membangun rantai pasokan semikonduktor yang lebih tangguh dan beragam.
Mengenai hubungan lintas selat, Presiden Lai mengemukakan bahwa hubungan Taiwan-AS, AS-RRT, dan interaksi trilateral antara Taiwan-AS-RRT adalah fokus perhatian dunia. Sebagai anggota masyarakat demokratis internasional dan anggota yang bertanggung jawab di kawasan, Taiwan berharap perkembangan hubungan Taiwan-AS terus meningkat dan dapat membentuk siklus positif dengan hubungan AS-RRT, bukan sebagai permainan zero-sum yang saling mengurangi.
Presiden Lai menegaskan bahwa dalam menghadapi Negeri Panda, Taiwan akan selalu menjadi pihak yang bertanggung jawab, “tidak rendah diri, tidak somboong, teguh dan tenang” adalah sikap konsisten yang dijaga dalam hubungan lintas selat.