(Taiwan, ROC) --- Tim Duta Muda Diplomasi yang dipilih bersama oleh Kementerian Luar Negeri (MOFA) dan Kementerian Pendidikan (MOE) baru-baru ini mengunjungi Boston Globe, Departemen Luar Negeri AS, dan Kongres AS.
Pada Senin kemarin (10/2), Perwakilan Taiwan untuk AS, Yui Tah-ray (俞大㵢), menyambut delegasi di Twin Oaks Estate dan berharap pertukaran ini dapat menunjukkan nilai-nilai keberagaman Taiwan serta membangun persahabatan dengan Amerika Serikat.
MOFA dan MOE bersama-sama menyeleksi siswa SMA dan membentuk tim Duta Muda Diplomasi untuk mengunjungi wilayah timur AS pada awal Februari. Di Boston, mereka mengunjungi Quincy High School yang merupakan sekolah negeri ternama, Boston Globe, Universitas Harvard, dan MIT (Massachusetts Institute of Technology).
Selama di Washington DC, tim delegasi juga mengunjungi Departemen Luar Negeri, Gedung Capitol, Perpustakaan Kongres, dan Universitas George Washington.
Setelah tur ke institusi pendidikan dan lembaga pemerintah di wilayah timur AS ini, salah satu anggota delegasi, Chen Yun-rui (鄭允睿) dari SMA Ming Te Kota Taichung, mengatakan bahwa dia menyadari masih perlu meningkatkan kemampuannya dalam mengajukan pertanyaan dan berinteraksi dengan orang-orang dari negara lain.
Meskipun sebelumnya ragu-ragu untuk belajar di luar negeri, sekarang dia lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan di AS di masa depan.
Chen Yun-rui menjelaskan bahwa sebelum mengunjungi AS, dia ragu-ragu apakah harus melanjutkan kuliah atau pascasarjana di luar negeri. Awalnya, dia tidak terlalu antusias, tetapi setelah mengunjungi universitas-universitas di AS dan berinteraksi dengan mahasiswa Taiwan yang belajar di AS, serta terlibat dalam diskusi di bidang ekonomi dan mendengarkan cerita-cerita kewirausahaan, semuanya menjadi sangat menarik baginya.
Chen Wei-xi (陳瑋希) dari Taipei First Girls High School berbicara tentang motivasi awalnya bergabung dengan program Duta Muda Diplomasi. Dia menjelaskan bahwa sebelumnya sudah terlibat dalam pertukaran internasional di sekolahnya.
"Jika saya benar-benar ingin terlibat dalam urusan internasional, saya tidak seharusnya hanya memperkenalkan sekolah kepada tamu asing, tapi saya sendiri harus melangkah keluar dan mencoba," tutur Chen Wei-xi.
Chen Wei-xi juga memiliki pandangan yang lebih luas tentang masa depannya, tidak terbatas pada menjadi diplomat profesional. Dia menekankan bahwa segala hal yang dapat membuat Taiwan bersinar dapat dianggap sebagai bagian dari diplomasi.
Program Duta Muda Diplomasi dimulai pada tahun 2002 dengan tujuan membina talenta muda yang berwawasan internasional, meningkatkan pemahaman generasi muda tentang urusan diplomatik, dan mendorong interaksi antara Taiwan dengan masyarakat internasional.