(Taiwan, ROC) -- Gempa bumi yang terjadi beruntun sejak 21 Januari lalu mengakibatkan kerusakan pada berbagai bangunan di Kota Tainan. Ditjen Pengelolaan Pertanahan dari Kementerian Dalam Negeri Taiwan (NLMA) pada awal Februari menyampaikan, akan mengkaji rencana-rencana, termasuk subsidi perumahan dan perkuatan bangunan berdasarkan pengalaman pekerjaan pemulihan pasca bencana gempa 3 April 2024. Tujuan jangka pendeknya adalah memberikan prioritas perumahan yang aman, dengan melibatkan rekonstruksi bangunan-bangunan yang berisiko dan tua, serta pembaharuan kota sesegera mungkin.
NLMA mengutarakan, bahwa rapat bersama antara Dirjen Wu Shin-sho (吳欣修) dan Walikota Tainan Huang Wei-zhe (黃偉哲) pada awal Februari lalu dimaksudkan untuk membantu pemerintah kota dalam memberikan panduan tentang klasifikasi dan pemeringkatan kerusakan bangunan dalam 3 metode, yaitu “perbaikan”, “penguatan seismik”, atau “pembongkaran dan rekonstruksi”. Pemerintah kota juga dapat merujuk pengalaman praktik di masa lalu dan berkoordinasi dengan organisasi amal swasta seperti Tzu Chi dan TSMC untuk pemulihan pasca bencana.
NLMA menyampaikan, sejak setelah bencana, lebih dari 500 arsitek dan teknisi profesional telah terlibat dalam penilaian kerusakan bangunan di Kota Tainan. Mengenai penilaian ulang tanda merah dan kuning terkait kerusakan, pihaknya akan bekerja sama dengan tiga lembaga teknik sipil utama, struktur, dan arsitek untuk mempercepat prosesnya.
Total ada 3.849 kasus yang dilaporkan untuk saat ini, dengan 395 di antaranya telah dikonfirmasi sebagai tanda merah, 996 tanda kuning, 1.924 tidak perlu dipasang tanda bahaya, sementara 534 lain masih menunggu penilaian.