(Taiwan, ROC) Perusahaan startup Tiongkok “DeepSeek” meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) memicu kekuatiran terhadap keamanan informasi. Presiden Lai Ching-te selaku Ketua Partai Demokrat Progresif (DPP) kemarin dalam rapat komite menyampaikan, melalui layanan AI Tiongkok memengaruhi nilai-nilai universal, ini menjadi risiko besar bagi negara-negara kubu demokrasi, Taiwan berada di garis terdepan terkena imbas ini, maka seyogyanya harus ekstra hati-hati.
Parpol DPP kemarin menggelar pertemuan rapat komite, mengundang Sekjen Taiwan AI Academy, Isabel Hou (侯宜秀) untuk memberikan laporan khusus “pengendalian Tiongkok terhadap model bahasa dan respons Taiwan – DeepSeek”.
Juru Bicara parpol DPP Han Ying (韓瑩) mengutip pernyataan dari Lai Ching-te yang mengatakan, terima kasih atas laporan yang dibagikan oleh Isabel Hou, agar masyarakat mengetahui situasi terkini mengenai pengendalian Tiongkok atas model bahasa, dan menggunakan DeepSeek sebagai contoh untuk memberikan penilaian risiko dan saran.
Lai Ching-te mengatakan, di tengah laporan yang disampaikan oleh Isabel Hou, seiring dengan kebutuhan penerapan AI di dunia semakin berkembang, model bahasa di Tiongkok meluas di pasar global, mekanisme peninjauan konten yang dilakukan pemerintah Tiongkok semakin ketat, kebebasan berpendapat akan semakin dibatasi, melalui layanan AI, Tiongkok memengaruhi nilai-nilai universal. Hal ini akan menimbulkan risiko besar bagi negara-negara kubu demokrasi, Taiwan menjadi bagian terdepan yang terkena imbasnya, maka wajib ekstra hati-hati.
Lai Ching-te mengatakan, saat ini layanan AI DeepSeek, memiliki bias sensor dan batasan informasi dalam pelatihan model bahasa, juga dikuatirkan terjadi pelanggaran privasi pribadi dan akses data. Beberapa negara besar di dunia (diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Australia, India, Irlandia, Italia, Malaysia dan lainnya) tengah melakukan evaluasi DeepSeek dan mengadopsi pengendalian risiko, pekan depan di Prancis akan menggelar pertemuan AI Action Summit. Yuan Eksekutif juga mengumumkan instansi pemerintahan dilarang menggunakan DeepSeek, bertujuan untuk memperkuat tameng perlindungan keamanan informasi instansi pemerintah.
Lai Ching-te mengatakan bahwa dalam menghadapi perluasan dan ancaman totalitarianisme, negara-negara besar telah membangun kedaulatan AI mereka sendiri. Karena faktor geopolitik, perekonomian dan budaya Taiwan sangat dipengaruhi oleh Tiongkok. Taiwan perlu mempercepat pengembangan teknologi AI, memperluas layanan penerapan AI di berbagai bidang, membangun tata kelola regulasi AI, memperkuat struktur tata kelola data, dan menjalin hubungan erat dengan negara-negara demokratis.
Lai Ching-te mengatakan bahwa beberapa saran yang disebutkan oleh Isabel Hou sangat baik dan menjadi bahan referensi bagi Yuan Eksekutif, pemerintah harus membangun pulau teknologi pintar dengan nilai-nilai demokrasi untuk membuat Taiwan semakin stabil dan makmur.