(Taiwan, ROC) - Pemerintah Afrika Selatan kembali mengirim surat pada pemerintah Taiwan pada akhir Januari, meminta agar Kantor Perwakilan Taiwan di Afrika Selatan pindah dari ibu kota Pretoria sebelum akhir Maret, dan juga mencoba untuk menurunkan tingkat dan mengganti nama kantor.
Melalui siaran pers pada hari Minggu, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan menegaskan bahwa ini adalah kedua kalinya pemerintah Afrika Selatan mengajukan permintaan tersebut, menunjukkan bahwa tekanan yang diberikan oleh Beijing pada Pretoria telah meningkat.
MOFA menerangkan, pemerintah Afrika Selatan pertama kali meminta Taiwan memindahkan kantor perwakilan dari Pretoria pada tahun lalu, namun setelah melalui serangkaian dialog bersama MOFA, menarik batas waktu pemindahan pada tanggal 30 Oktober. Namun, pada akhir Januari tahun ini, Pretoria kembali mengirim surat meminta pemindahan kantor, dan juga mencoba untuk menurunkan kelas dan mengganti nama Kantor Perwakilan Taiwan.
Menurut MOFA, usai menerima surat tersebut, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) segera mengadakan pertemuan dengan departemen terkait dan membentuk tim tanggap darurat, juga menginstruksikan Direktur Departemen Urusan Asia dan Afrika, Anthony He (賀忠義) untuk memanggil perwakilan baru Afrika Selatan di Taiwan, Zakhele Mnisi, untuk menyampaikan keprihatinan serius pemerintah atas isu tersebut.
MOFA menekankan, posisi Taiwan tidak menerima pelanggaran sepihak pemerintah Afrika Selatan terhadap perjanjian bilateral tidak berubah, dan akan terus menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan martabat serta berkomunikasi dengan pemerintah Afrika Selatan.
Juga ditegaskan oleh MOFA, tanggapan pemerintah Afrika Selatan akan menjadi kunci saat Taiwan memutuskan tanggapannya.