History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hari Ini Adalah Hari Kedua Tahun Baru Imlek, Kenali Tradisi dan 8 Pantangan di Hari Ini, Ahli Fengshui: Jika Dilanggar, Bisa Berdampak Pada Hoki Sekeluarga

  • 30 January, 2025
  • 尤繼富
Hari Ini Adalah Hari Kedua Tahun Baru Imlek, Kenali Tradisi dan 8 Pantangan di Hari Ini, Ahli Fengshui: Jika Dilanggar, Bisa Berdampak Pada Hoki Sekeluarga
圖/PEXELS

(Taiwan, ROC) --- Kamis hari ini (30/1) adalah hari kedua Tahun Baru Imlek, yang secara tradisional dikenal sebagai hari di mana anak perempuan yang sudah menikah akan kembali ke rumah orang tuanya.

Apa saja pantangan dan tradisi yang perlu diperhatikan hari ini? Ahli Fengshui di Taiwan, Yang Deng-ke (楊登嵙) merangkum 8 hal yang tidak boleh dilanggar selama hari kedua Tahun Baru Imlek.

1. Jangan mengenakan pakaian berwarna hitam dan putih

Saat kembali ke rumah orang tua, sebaiknya pilih pakaian dengan warna cerah dan terang, terutama warna merah adalah yang terbaik. Hindari mengenakan pakaian hitam dan putih karena warna-warna dingin ini biasanya digunakan dalam upacara pemakaman. Mengenakan pakaian yang cerah saat pulang ke rumah orang tua menunjukkan suasana yang penuh kegembiraan, bukan seperti menghadiri pemakaman.

2. Jumlah uang angpao dan hadiah harus genap

Anak perempuan tidak boleh pulang dengan tangan kosong, harus menyiapkan beberapa hadiah. Baik jumlah buah, hadiah, maupun jumlah uang dalam angpao harus dalam angka genap, yang dipercayai akan mendatangkan keberuntungan, tetapi hindari angka 4 (yang bunyinya mirip dengan mati dalam bahasa Mandarin) dan angka ganjil.

為何女兒大年初一不能回娘家?盤點初二5大禁忌、祭祖拜土地公撇步一次看-風傳媒

Saat kembali ke rumah orang tua, sebaiknya pilih pakaian dengan warna cerah dan terang, terutama warna merah adalah yang terbaik. 圖: PEXELS

3. Pulang ke rumah orang tua pada jam Wu (tengah hari)

Waktu kembali ke rumah orang tua sebaiknya tidak terlalu sore, Yang Deng-ke menyarankan untuk kembali sebelum Wu 午 (antara pukul 11:00 hingga 13:00).

4. Pulang ke rumah suami sebelum senja

Ada pepatah tradisional yang mengatakan anak perempuan yang sudah menikah seperti air yang sudah ditumpahkan, yang berarti setelah menikah mereka dianggap sebagai tamu.

Mereka harus pulang ke rumah sebelum senja, sebelum melihat asap dari memasak makan malam, karena dipercaya bisa menghabiskan sumber daya rumah orang tua (pihak perempuan).

Namun, karena sekarang orang lebih sering makan di restoran atau membeli makanan siap saji, dan asap memasak sudah jarang terlihat, kebiasaan ini mulai memudar.

5. Anak perempuan tidak boleh mencuci pakaian atau menyapu

Saat kembali ke rumah orang tua, anak perempuan tidak boleh mencuci pakaian atau menyapu. Secara tradisional dipercaya bahwa ini bisa menyapu keberuntungan finansial dari rumah orang tua.

Namun, maksud utama sebenarnya adalah agar sang putri tidak terlalu lelah selama periode Tahun Baru, mengingat mereka sudah cukup sibuk di rumah suami, sehingga di rumah orang tua mereka harus beristirahat dengan baik.

6. Jika tidak pulang selama tiga tahun, tidak bisa pulang lagi

Yang Deng-ke juga mengingatkan, jika putri yang sudah menikah tidak pulang ke rumah orang tua selama 3 tahun berturut-turut, maka menurut tradisi lama, mereka tidak bisa pulang lagi setelahnya.

Oleh karena itu, jika putri tidak bisa pulang pada hari kedua dikarenakan suatu hal, maka mereka bisa mengirimkan pakaian yang pernah mereka pakai ke rumah orang tua untuk mengekspresikan keinginan mereka untuk pulang, atau bisa memilih untuk pulang pada tanggal 2 bulan 2 penanggalan Lunar sebagai gantinya.

大年初二禁忌多別踩雷! 別做這事「沖掉一年份財氣」 | 喜蛇臨門迎新春| 生活| 聯合新聞網

Saat kembali ke rumah orang tua, anak perempuan tidak boleh mencuci pakaian atau menyapu.  圖:UDN

7. Hindari pulang pada hari pertama

Selain itu, anak perempuan juga harus menghindari pulang ke rumah orang tua mereka pada hari pertama Tahun Baru, karena bisa mempengaruhi keberuntungan keluarga. Hari kedua dan ketiga adalah waktu yang paling tepat untuk pulang.

8. Hindari mengucapkan kata-kata yang tidak beruntung

Kata-kata yang seharusnya tidak diucapkan dalam keseharian, seperti kata mati atau meninggal , lebih tabu lagi diucapkan selama periode Tahun Baru, untuk menghindari pengaruh buruk yang mungkin timbul.

Komentar

Terbarumore