(Taiwan, ROC) - Biro Keamanan Nasional (NSB), yakni badan intelijen utama Taiwan yang berada di bawah naungan Dewan Keamanan Nasional (NSC), menerbitkan analisis tentang taktik infiltrasi Tiongkok pada hari Minggu, menyoroti upaya Beijing dalam menggunakan veteran militer untuk merekrut anggota aktif.
Laporan NSB menunjukkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) terus menggunakan berbagai metode dan saluran untuk menginfiltrasi unit militer, lembaga pemerintah, dan organisasi pro-Tiongkok di Taiwan, dalam upaya memperoleh informasi pertahanan nasional yang sensitif dan mengembangkan organisasi mata-mata komunis di Taiwan.
Dalam hal target infiltrasi, NSB melaporkan, jumlah warga yang didakwa terlibat aksi spionase PKT telah meningkat secara signifikan dari 16 orang pada 2021 menjadi 48 orang pada tahun 2023 dan kemudian 64 pada tahun 2024; sementara kasus spionase PKT sendiri bertambah dari 3 kasus menjadi 5 kasus antara 2021 dan 2023.
Menurut NSB, target infiltrasi PKT yang berjumlah paling banyak adalah personel militer aktif dan pensiunan, di mana pada tahun 2024, ada 15 personel militer pensiunan yang didakwa atau 23% dari jumlah total, sedangkan personel militer aktif yang didakwa berjumlah 28 orang atau 43% dari jumlah total.
Dalam hal saluran infiltrasi, NSB mengatakan ada lima saluran utama yang digunakan PKT, termasuk geng kriminal, kuil lokal dan kelompok keagamaan, organisasi sipil, bank bawah tanah, dan perusahaan penyamaran.
Melalui laporan singkat tersebut, NSB juga menerangkan, tujuan upaya infiltrasi Tiongkok sering kali adalah untuk mendapatkan akses ke intelijen pertahanan nasional yang sensitif, mengembangkan jaringan spionase atau "jaringan kooptasi" di Taiwan, dan bahkan campur tangan dalam pemilihan umum Taiwan.
Sebagai contoh, lanjut NSB, operator Tiongkok berusaha menggunakan personel militer yang sudah pensiun untuk merekrut anggota aktif, membangun jaringan melalui internet, atau mencoba memikat target dengan uang tunai atau dengan mengeksploitasi utang mereka.
Misalnya, personel militer yang mengalami kesulitan keuangan mungkin ditawari pinjaman melalui platform daring atau bank bawah tanah, sebagai imbalan untuk memberikan intelijen rahasia, menandatangani janji kesetiaan, atau merekrut orang lain.
Sementara selama kampanye pemilu, PKT juga menawarkan perjalanan dengan semua biaya ditanggung bagi kepala desa di Taiwan untuk mengunjungi Tiongkok, sebagai imbalan atas dukungan mereka terhadap kandidat dari partai tertentu.