History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menlu Filipina Menyampaikan bahwa Isu Selat Taiwan harus Diselesaikan secara Damai, Menlu Taiwan Menyambut Baik

  • 10 January, 2025
  • 陳柏萇
Menlu Filipina Menyampaikan bahwa Isu Selat Taiwan harus Diselesaikan secara Damai, Menlu Taiwan Menyambut Baik
Menlu Filipina Menyampaikan bahwa Isu Selat Taiwan harus Diselesaikan secara Damai, Menlu Taiwan Menyambut Baik

(Taiwan, ROC) -- Menteri Luar Negeri Filipina, Enrique A. Manalo menyatakan di Singapura baru-baru ini, bahwa ada lebih dari 100.000 orang Filipina yang tinggal dan bekerja di Taiwan, dan isu Selat Taiwan harus diselesaikan secara damai. Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) percaya, bahwa hal ini merupakan pernyataan publik kedua dari Menlu Filipina Manalo yang memperhatikan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. MOFA tidak hanya menyambut baik dan mengapresiasi hal ini, tapi juga akan terus memperdalam hubungan kerja sama yang substantif antara Taiwan dan Filipina. Berdasarkan interpretasi dari MOFA, pidato Manalo seharusnya merupakan “pernyataan internasional pertama yang mendukung perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan” untuk tahun 2025.

Berdasarkan laporan dari Channel News Asia (CNA), Menlu Filipina Manalo pada Kamis (9/1) hadir dalam sebuah forum di Singapura dan menjawab pertanyaan terkait situasi antara Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Taiwan setelah Donald J. Trump menjabat. Ia menekankan posisi Filipina, isu tersebut harus diselesaikan dengan cara damai dan menyampaikan bahwa ada banyak orang Filipina yang tinggal dan bekerja di Taiwan, sehingga Filipina akan terdampak secara langsung. Berdasarkan pers rilis dari MOFA, Manalo juga menyampaikan bahwa Filipina meminta seluruh pihak untuk menjaga komunikasi dan menghindari ekskalasi situasi.

MOFA percaya, bahwa ini adalah kali kedua Manalo memberikan pernyataan publik terkait perhatiannya tentang pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan bagi komunitas internasional sejak Agustus 2024. MOFA menyambut hangat dan mengapresiasi hal ini, menekankan bahwa Taiwan akan terus memainkan peran dalam “diplomasi komprensif”. Di bawah kondisi ini, pihaknya akan terus memperdalam hubungan kerja sama substantive antara Taiwan dan Filipina.

MOFA selanjutnya menunjukkan, bahwa Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr. dan para pejabat senior pemerintahan seperti Manalo baru-baru ini secara terbuka menyampaikan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. MOFA menyambut baik komunitas internasional untuk terus mengekspresikan perhatian mereka melalui aksi konkrit.

Juru bicara MOFA, Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan,  “bersama-sama menjaga ketertiban berdasarkan aturan internasional, mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di Selat Taiwan serta wilayah Indo-Pasifik.”

Dalam hal memperluas kekuatan pertemanan, MOFA menyampaikan pada 10 Januari, bahwa Marco Osnato, Ketua Komite Keuangan dari Dewan Perwakilan Rakyat Italia memimpin delegasi untuk berkunjung dan diterima oleh Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung (吳志忠). Osnato menyampaikan bahwa delegasi pembuat kebijakan antar partai ini berkunjung ke Taiwan untuk mendemonstrasikan hubungan persahabatan dan dukungan parlemen Italia terhadap Taiwan. Taiwan sangat penting bagi keamanan di wilayah Indo-Pasifik, berharap agar kedua belah pihak dapat terus memperkuat pertukaran dalam bidang parlemen, ekonomi, perdagangan, budaya, dan lain-lain.

Ketika delegasi berkunjung ke Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Wakil Ketua MAC Shen Yu-chung (沈有忠) berterima kasih kepada delegasi Italia atas dukungannya terhadap partisipasi internasional Taiwan, selain itu juga menjelaskan posisi dasar pemerintah Taiwan, seperti “4 Kegigihan” dan percaya bahwa dengan kehadiran tahun yang baru, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta kawasan adalah aspirasi bersama rakyat di kedua sisi Selat Taiwan dan masyarakat internasional.

Komentar

Terbarumore