(Taiwan, ROC) -- Untuk menarik wisatawan bisnis asing datang ke Taiwan dan mendorong konsumsi domestik, Kementerian Ekonomi (MOEA) Taiwan bekerja sama dengan Kementerian Transportasi (MOTC) Taiwan selama dua tahun berturut-turut meluncurkan subsidi wisata bisnis. Program ini menawarkan subsidi hingga NT$2 ribu (Rp 1 juta) per orang bagi wisatawan bisnis asing yang datang ke Taiwan. Tahun ini, batas maksimal subsidi per proyek naik menjadi NT$600 ribu, dengan harapan dapat merangsang peluang bisnis di sektor pameran dan pariwisata.
Direktorat Jenderal Perdagangan Internasional mengumumkan pada 6 Januari, bahwa mulai 7 Januari hingga 30 November, pihaknya menerima aplikasi untuk program subsidi wisata bisnis "Mendorong Penyelenggaraan Konferensi dan Pameran Internasional di Taiwan" tahun ini.
Ditjen Perdagangan Internasional mengungkapkan, program subsidi wisata bisnis pertama kali diluncurkan tahun lalu dengan anggaran NT$10 juta dari Ditjen Pariwisata, yang pelaksanaannya diserahkan kepada Ditjen Perdagangan Internasional. Total terdapat 16 kelompok yang mengajukan subsidi, menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Anggaran subsidi wisata bisnis masih sama seperti tahun lalu, yaitu sebesar NT$10 juta. Yang menarik, Ditjen Perdagangan Internasional meningkatkan batas subsidi per proyek dari NT$500.000 menjadi NT$600.000. Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan bisnis asing untuk menikmati wisata perjalanan di Taiwan sekaligus. Dengan batas subsidi NT$600.000 per proyek, diperkirakan setidaknya 16 proyek dapat memperoleh manfaat dari program ini.
Terkait besaran subsidi, Ditjen Perdagangan Internasional menjelaskan bahwa subsidi untuk hari kerja (Senin-Kamis) adalah sebesar NT$2.000 per orang per perjalanan, sedangkan untuk akhir pekan (Jumat-Minggu) adalah NT$1.500 per orang per perjalanan. Jika perjalanan tambahan tersebut merupakan produk wisata premium (gold-quality tour), subsidi dapat ditingkatkan menjadi NT$2.000 per orang. Selain itu, untuk perjalanan yang melibatkan hari kerja dan akhir pekan, subsidi akan dinaikkan menjadi NT$2.000 per orang.
Adapun durasi subsidi, Ditjen Perdagangan Internasional menjelaskan bahwa subsidi wisata tambahan hanya berlaku selama 3 hari sebelum atau sesudah kegiatan konferensi dan pameran. Periode ini tidak boleh tumpang tindih dengan tanggal kegiatan utama. Misalnya, jika konferensi internasional berlangsung dari 5 hingga 6 Februari, maka program wisata tambahan dapat berlangsung pada 2-4 Februari atau 7-9 Februari.