(Taiwan, ROC) --- Cuaca pada Rabu hari ini (9/1) akan dipengaruhi oleh masuknya massa hawa dingin kuat dari belahan utara bumi, menyebabkan suhu di berbagai daerah menurun. Wilayah utara, bagian timur, Semenanjung Hengchun, dan daerah pegunungan akan mengalami hujan lokal singkat. Masyarakat diingatkan untuk membawa payung saat keluar rumah.
Salah seorang presenter cuaca EBC News, Rita Wang (王淑麗), juga mengingatkan bahwa suhu akan semakin dingin menjelang malam, dan menghimbau masyarakat untuk menjaga kehangatan saat beraktivitas di luar.
Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) melaporkan bahwa gelombang udara dingin berikutnya akan perlahan-lahan bergerak ke selatan dan mendekati Taiwan semenjak hari ini (9/1).
Wilayah utara dan Yilan yang menghadap arah pesisir akan berangsur-angsur menjadi basah dan dingin. Suhu di kedua wilayah tersebut pada siang hari akan berkisar 14C hingga 16C. Namun, setelah malam hari suhu akan turun secara signifikan.
Terkait hal ini, pakar klimatologi di Taiwan, Lin Te-en (林得恩) dalam akun Facebooknya memposting dengan judul Pintu Kulkas Terbuka Lebar, Selama 5 Hari!
Lin Te-en menjelaskan bahwa hari ini (9/1), seluruh Taiwan mengalami penurunan suhu yang signifikan akibat pengaruh massa hawa dingin yang kuat dari belahan utara bumi.
Gelombang udara dingin ini kemungkinan merupakan gelombang massa udara dingin kontinental yang pertama dan terkuat di tahun 2025. Lin Te-en memperkirakan dampaknya akan berlangsung mulai Rabu hari ini (9/1) hingga Senin pagi (13/1), total sekitar 4,5 hingga 5 hari.
Puncak periode terdingin diperkirakan akan terjadi pada Jumat (10/1) hingga Sabtu pagi (11/1).
Masyarakat diimbau untuk menjaga kehangatan. Daerah pegunungan dengan ketinggian di atas 2500 meter di wilayah tengah ke utara, timur laut, dan timur memiliki kemungkinan turun salju yang sangat signifikan.