(Taiwan, ROC) -- Selebgram Pa Chiung (八炯) dalam videonya mengutip pernyataan “Konon kabarnya adalah penipu Lin Jin-cheng” yang menyebutkan bahwa di Taiwan ada lebih dari 100.000 orang yang memiliki “Kartu Identitas” Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC) Taiwan pada Kamis (2/1) mengungkapkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, ada sebanyak 679 warga Taiwan yang dicabut status kewarganegaraannya karena memiliki “Kartu Identitas” RRT. Namun, sekarang muncul angka lebih dari 100.000 atau bahkan 200.000 orang. Chiu Chui-cheng (邱垂正) menyatakan bahwa jika ada bukti yang jelas, maka pihak berwenang akan melakukan penyelidikan secara ketat. Sebagai contoh, terkait dengan individu bernama “Lin Jin-cheng” yang disebutkan dalam video Pa Chiung (八炯), Ditjen Keimigrasian telah meminta klarifikasi apakah dirinya telah menerima “Kartu Identitas” RRT.
Chiu Chui-cheng (邱垂正) dengan jelas menjelaskan tiga jenis dokumen yang digunakan oleh Negeri Tirai Bambu untuk menarik warga Taiwan, yaitu: “Surat Izin Tinggal”, “Sertifikat Penduduk Tetap Asing”, dan “Kartu Identitas”. “Surat Izin Tinggal” yang diperkenalkan pada tahun 2018 yang lalu bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan hidup di Negeri Panda, tetapi Chiu menegaskan bahwa Surat Izin Tinggal bukanlah Kartu Identitas. Warga Taiwan yang memiliki “Surat Izin Tinggal” tidak akan kehilangan status kewarganegaraannya di Taiwan.
Mengenai “Sertifikat Penduduk Tetap Asing”, Chiu Chui-cheng (邱垂正) menjelaskan bahwa ini adalah dokumen yang diterima 6 bulan sebelum mendapatkan “Kartu Identitas”, yang dianggap sebagai tahap persiapan untuk memperoleh “Kartu Identitas”. Oleh karena itu, jika ada warga Taiwan yang memperoleh “Sertifikat Penduduk Tetap Asing” dan hal tersebut diketahui oleh pemerintah Taiwan maka pemerintah akan meminta penjelasan dari orang tersebut dan mendorong mereka untuk mempertimbangkan keputusan mereka dengan hati-hati. Namun, kunci utamanya adalah bagaimana pemerintah dapat mengetahui hal tersebut. Chiu hanya menyebutkan, “Mereka mungkin mengajukan berbagai permohonan di Taiwan, dan dalam formulir yang diajukan akan terlihat bahwa mereka sudah (mungkin menerima).”
Chiu Chui-cheng (邱垂正) menyatakan bahwa “Surat Izin Tinggal”, “Sertifikat Penduduk Tetap Asing”, dan “Kartu Identitas” adalah upaya untuk memperlakukan warga Taiwan sebagai warga negara mereka, dan juga bagian dari strategi integrasi serta pengembangan yang bertujuan mengubah status identitas dan pengaturan pendaftaran rumah tangga antara kedua sisi Selat Taiwan. Tujuan mereka adalah menciptakan ilusi penguasaan terhadap Taiwan baik di tingkat hukum internasioonal maupun dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah Taiwan menghadapi masalah ini dengan serius dan menghimbau masyarakat untuk berhati-hati.