(Taiwan, ROC) - Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan merilis siaran pers tinjauan kerja diplomatik tahun 2024 pada hari Senin, menekankan bahwa semua personel diplomat akan melakukan segala upaya untuk membela kedaulatan, martabat, kepentingan dan hak negara, serta kepentingan rakyat.
Menyongsong tahun 2025, MOFA menyatakan akan menyikapi situasi baru dengan penuh kepercayaan diri, ketahanan, serta sikap profesional dan fleksibel, memanfaatkan kelebihan untuk mengatasi tantangan, mengedepankan nilai-nilai demokrasi, perdamaian dan kemakmuran, mengintegrasikan momentum diplomatik dari semua lapisan masyarakat, terus memberikan kontribusi kepada komunitas internasional, menerapkan konsep diplomasi yang diprakarsai Presiden Lai Ching-de (賴清德) dan menggunakan kekuatan Taiwan untuk melanjutkan misi “Taiwan Dapat Membantu” dan “Taiwan Dapat Memimpin”, sehingga Taiwan dapat terus bersinar di dunia.
Juru bicara MOFA Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengemukakan, sepanjang setahun ini, masyarakat internasional telah menyaksikan ketahanan Taiwan dalam menghadapi ekspansi otoriter, kontribusi proaktifnya dalam membantu krisis kemanusiaan internasional, dan konsep Taiwan dalam menggunakan kelebihannya untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan teman dan negara yang memiliki cita-cita serupa.
Hsiao mengatakan, “Kami berkomitmen untuk memperdalam pertukaran dan kerja sama yang saling menguntungkan dengan mitra yang memiliki gagasan serupa, bersama-sama menjaga perdamaian, stabilitas kawasan, dan kerja sama berdasarkan nilai-nilai bersama seperti demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia dan supremasi hukum.”
Ke depannya, lanjut Hsiao, MOFA akan terus mengadopsi sikap diversifikasi dan mempromosikan diplomasi melalui berbagai bidang dan saluran, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi, hak asasi manusia, budaya, medis dan kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, olahraga, masyarakat adat, agama, kesetaraan gender, dan juga diplomasi antar kota dan parlemen.