History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Mantan Ketua Yuan Legislatif Ungkap Wacana Lintas Selat Baru, Anjurkan "Pemerintahan Terpisah Tanpa Pemisahan" Antara Taiwan dan Tiongkok

  • 09 December, 2024
  • 陳志勇
Mantan Ketua Yuan Legislatif Ungkap Wacana Lintas Selat Baru, Anjurkan
Mantan Ketua Yuan Legislatif Wang Jyn-ping (王金平) (tengah) Ungkap Wacana Lintas Selat Baru, Anjurkan

(Taiwan, ROC) - Mantan Ketua Yuan Legislatif Wang Jin-pyng (王金平) dari partai oposisi Kuomintang (KMT) mengungkap wacana lintas selat baru pada hari Minggu, menganjurkan "pemerintahan terpisah tanpa pemisahan" antara Taiwan dan Tiongkok, suatu pendekatan yang disebut paling pragmatis pada tahap ini bagi kedua belah pihak di Selat Taiwan untuk menyelesaikan konflik, memecah kebuntuan, dan menciptakan peluang perdamaian.

"Kedua belah pihak di Selat Taiwan tidak tunduk satu sama lain dalam hal pemerintahan tetapi berbagi kedaulatan tanpa pemisahan," kata Wang saat peluncuran Perserikatan Perdamaian Moral (Moral Peace Union), sebuah lembaga pemikir lintas selat.

Wang menjelaskan bahwa usulannya mengakui kenyataan bahwa kedua belah pihak Selat Taiwan diperintah secara terpisah sambil tetap membuka jalan untuk membina hubungan yang damai.

Kedua belah pihak harus bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan rakyat mereka sambil menghormati sistem politik dan cara hidup masing-masing, katanya, menyerukan pendekatan pragmatis yang mengakui sejarah dan realitas terkini.

Wang mengatakan bahwa hubungan lintas selat, yang dulunya tampak menjanjikan perdamaian, telah menghadapi banyak ketidakpastian dalam beberapa tahun terakhir dan kini dianggap oleh para pakar internasional sebagai titik api yang berpotensi berkembang menjadi konflik militer.

Ia mengaitkan hal ini dengan perubahan global yang cepat, kendala ideologis, dan juga kesalahpahaman yang disebabkan oleh stagnasi pertukaran lintas selat, seraya menambahkan bahwa usulannya diharapkan dapat membantu memfasilitasi dialog antara kedua pihak.

Komentar

Terbarumore