(Taiwan, ROC) --- Terkait situasi di Korea Selatan, Presiden Lai Ching-te (賴清德) yang sedang melakukan kunjungan ke negara-negara diplomatik di kepulauan Pasifik, menyatakan bahwa ia telah menerima informasi melalui laporan Dewan Keamanan Nasional (NSC) pada dini hari waktu Kepulauan Marshall, tepat saat kejadian berlangsung. Presiden meminta agar langkah-langkah terkait segera dipersiapkan.
Presiden Yoon Suk-yeol dari Korea Selatan tiba-tiba mengumumkan darurat militer pada Selasa malam hari (4/12), tetapi langsung mencabutnya sekitar 6 jam kemudian setelah keputusan parlemen.
Presiden Lai Ching-te yang sedang berkunjung ke Kepulauan Marshall saat kejadian, menyatakan bahwa NSC segera melaporkan informasi terkait situasi Korea kepadanya. Ia meminta unit keamanan nasional untuk terus memantau dan melaporkan perkembangan, serta mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan, tidak hanya untuk memastikan keamanan nasional tetapi juga melindungi warga Taiwan yang berada di Korea Selatan.
Presiden juga menekankan bahwa demokrasi Taiwan diperoleh dengan tidak mudah. Demokrasi dan kebebasan bukan hanya nilai-nilai bersama yang menghubungkan Taiwan dengan dunia, tetapi juga cara hidup yang dijaga dan dihargai oleh generasi ke generasi di Taiwan.
Beliau menegaskan, "Kita akan terus berjalan di jalan demokrasi, tidak hanya menggunakan demokrasi untuk mempersatukan satu sama lain, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan demokrasi."
Juru Bicara Kepresidenan Karen Kuo (郭雅慧) menyampaikan pernyataan Presiden, "Kami segera mendapatkan informasi terkait dan meminta unit keamanan nasional untuk mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan, serta memastikan keselamatan warga Taiwan di Korea. Demokrasi adalah nilai yang kita peroleh dengan tidak mudah, dan kita akan melakukan yang terbaik untuk menghargai dan melindunginya. Kita akan terus bekerja keras dalam diplomasi, bersama-sama untuk Taiwan."
Presiden juga menjelaskan bahwa perjalanan kenegaraannya masih akan berlanjut. Pada Rabu hari ini (4/12), rombongan berangkat dari Kepulauan Marshall menuju Tuvalu dan kemudian ke Guam, mengunjungi 3 negara dalam 1 hari melintasi 2 zona waktu.
Meskipun negara-negara yang berbeda, mereka memiliki keyakinan yang sama terhadap demokrasi. Meskipun dilewati zona waktu berbeda, mereka berbagi udara kebebasan yang sama.
Presiden juga menyoroti hasil yang menggembirakan dari proyek kerja sama bilateral yang dia saksikan di Kepulauan Marshall, termasuk "Pusat Kecerdasan Buatan dan Telemedicine" di Rumah Sakit Majuro dan "Pasar Tim Teknis Taiwan-Kepulauan Marshall" yang keduanya menunjukkan dedikasi Taiwan dalam berkontribusi pada kesehatan global dan kesehatan masyarakat dunia.
Taiwan juga telah menyelesaikan penandatanganan "Dana Adaptasi Perubahan Iklim Taiwan-Marshall" tahun lalu, menandai komitmen kedua negara untuk bersama-sama menghadapi tantangan perubahan iklim.