(Taiwan, ROC) - Presiden Lai Ching-te mengadakan diskusi tertutup dengan pejabat Amerika Serikat di East-West Center, Hawaii, pada tanggal 1 waktu setempat, di mana Lai sedang mengadakan transit dalam kunjungan kenegaraan menuju tiga negara sahabat di Samudra Pasifik, yakni Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Palau.
Lai pertama-tama menyampaikan pidato berdurasi 8 menit dalam bahasa Inggris dengan judul “Masa Depan Bersama: Taiwan sebagai Mitra Perdamaian dan Kesejahteraan di Kawasan Indo-Pasifik”, kemudian mengadakan diskusi dengan sejumlah pejabat AS, antara lain mantan ketua Institut Amerika di Taiwan (AIT) James Moriarty, dan mantan dekan East-West Center Richard Vuylsteke.
Dalam pidatonya, Presiden Lai menekankan tiga aksi positif Taiwan untuk kawasan Indo-Pasifik dan dunia. Yang pertama adalah secara aktif melaksanakan “Program Aksi Empat Pilar Perdamaian” dan berupaya memperkuat pertahanan nasional secara keseluruhan. Menurutnya, Taiwan dan AS telah bekerja sama dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan komitmen Taiwan terhadap keamanannya sendiri dan komitmen bersama Taiwan dan AS terhadap perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.
Kedua adalah kontribusi aktif Taiwan terhadap rantai pasokan global. Saat mengadakan briefing pers, juru bicara Kantor Kepresidenan Karen Kuo (郭雅慧) melaporkan, “Khususnya di industri teknologi canggih seperti semikonduktor, kemitraan antara Taiwan dan AS tidak hanya memperkuat operasinya, tetapi juga menunjukkan pentingnya Taiwan sebagai mitra yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Presiden menyebutkan bahwa Taiwan secara aktif bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki gagasan serupa, yang sepenuhnya menunjukkan bahwa Taiwan menggunakan keahliannya sendiri untuk berkontribusi terhadap pembangunan global.”
Ketiga, Taiwan berkomitmen untuk menjamin perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik. Presiden Lai menjelaskan bahwa Taiwan tidak hanya bekerja sama secara transparan dan memenuhi komitmennya di bidang kesehatan masyarakat, perikanan, peternakan, dan perubahan iklim, tetapi juga mendorong hubungan persahabatan yang erat antara Taiwan dan sekutunya di Samudra Pasifik, dengan harapan dapat mencapai keberlanjutan, demokrasi, dan persahabatan.