History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

NSB: Laporan Disenggolnya Nama Presiden Lai dalam Dialog Biden-Xi Adalah Hasil Manipulasi dari Pihak Tiongkok

  • 18 November, 2024
  • 陳志勇
NSB: Laporan Disenggolnya Nama Presiden Lai dalam Dialog Biden-Xi Adalah Hasil Manipulasi dari Pihak Tiongkok
Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional (NSB) Tsai Ming-yen (蔡明彥) menghadiri persidangan Yuan Legislatif pada hari Senin, menegaskan bahwa laporan disenggolnya nama Presiden Lai dalam dialog Biden-Xi di sela Pertemuan para pemimpin APEC adalah hasil manipulasi dari pihak Tiongkok.

(Taiwan, ROC) - Laporan bahwa nama Presiden ROC Lai Ching-te (賴清德) sempat disenggol untuk pertama kali dalam dialog antara Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden RRT Xi Jinping pada Pertemuan para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang diadakan di Lima, Peru, menjadi sorotan diskusi dalam persidangan Yuan Legislatif hari Senin. 

Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional (NSB) Tsai Ming-yen (蔡明彥) yang hadir untuk menyampaikan laporan menegaskan, dibandingkan dengan siaran pers resmi AS pasca-pertemuan dan melalui penelitian catatan masa lalu, dipastikan bahwa para pemimpin RRT jarang menyebutkan secara langsung nama pemimpin Taiwan dalam percakapan publik di masa lalu, maka tidak menutup kemungkinan bahwa konten yang relevan adalah hasil manipulasi oleh Kementerian Luar Negeri atau media pemerintah Tiongkok lainnya.

Tsai Ming-yen mengatakan, “Situasi yang sama juga terjadi pada pembicaraan baru-baru ini antara Xi Jinping dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Usai pembicaraan, siaran pers Tiongkok menyebutkan bahwa Singapura menganut prinsip satu Tiongkok dan menentang kemerdekaan Taiwan. Setelah diverifikasi, pihak Singapura tidak pernah mengajukan pernyataan tersebut.”

Juga menurut laporan media Tiongkok, selama pertemuannya dengan Biden pada hari Sabtu (waktu Peru), Xi menekankan bahwa “masalah Taiwan”, bersama dengan "demokrasi dan hak asasi manusia, jalan dan sistem Tiongkok, serta hak pembangunan Tiongkok", adalah masalah "garis merah" bagi Beijing yang "tidak boleh ditentang" oleh negara lain.

Atas hal ini, Tsai mengungkapkan tiga isu utama dalam dialog antara Biden dan Xi kali ini, termasuk membangun mekanisme tingkat kerja untuk perselisihan seperti narkoba dan AI untuk mencegahnya menjadi tidak terkendali; mengatasi politik teritorial yang masih menjadi hambatan struktural bagi hubungan AS-Tiongkok; dan menegaskan bahwa masalah keamanan Selat Taiwan merupakan masalah penting bagi AS.

Menurut Tsai, dialog Biden-Xi kali ini merupakan ringkasan hubungan AS-Tiongkok selama empat tahun terakhir, di mana kedua belah pihak berharap untuk menyelesaikan perselisihan, tetapi tidak banyak kesepakatan yang dicapai, maka kedua belah pihak pun menetapkan garis merah dan menyatakan posisi mereka mengenai masalah Selat Taiwan.

Hal yang paling menarik mungkin adalah kedua belah pihak sepakat untuk tidak menggunakan teknologi AI dalam pengambilan keputusan mengenai senjata nuklir. Ini mungkin satu-satunya hal yang paling disoroti dari dialog Biden- Xi kali ini.

Komentar

Terbarumore