(Taiwan, ROC) Kemarin (13/11) Presiden Lai Ching-te menyambut rombongan Pusat Keamanan AS Baru (Center for a New American Security, CNAS) mengatakan, dalam menghadapi ancaman perluasan otoriter, hanya dengan kekuatan yang dapat membawa perdamaian, dan hanya dengan kekompakan baru dapat mengatasi tantangan. Taiwan akan terus mendorong reformasi pertahanan nasional, meningkatkan ketangguhan pertahanan sosial, dan memperdalam kerja sama dengan mitra demokrasi di seluruh dunia. Taiwan juga berharap kunjungan rombongan ini akan berlanjut memberikan saran masukan untuk memperdalam hubungan Taiwan-AS dan membuka lebih banyak peluang kerja sama.
Sore hari kemarin (13/11) Presiden Lai Ching-te didampingi oleh Sekjen Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu, Menlu Lin Chia-lung bertemu dengan rombongan “Next Gen” perwakilan “CNAS” yang dipimpin oleh mantan Komandan militer AS di Indo-Pasifik Admiral John Aquilino.
Dalam sambutan Presiden Lai Ching-te mengatakan, menyambut baik kedatangan rombongan ini, :CNAS” adalah sebuah wadah pemikir penting di Washington yang mempelajari kebijakan keamanan dan pertahanan nasional AS, dengan “Next Gen” yang beranggotakan generasi elit baru di keamanan nasional dan diplomasi.
Presiden Lai Ching-te yakin kunjungan delegasi ini tidak hanya akan meningkatkan pemahaman mereka tentang Taiwan dan situasi Indo-Pasifik, namun juga akan melanjutkan hubungan persahabatan antara Taiwan dan AS. Beliau mewakili masyarakat Taiwan menyambut baik kunjungan ini, juga memberi ucapan selamat pemilu yang berlangsung dengan lancar, Taiwan akan berlanjut memperdalam kerja sama berbagai aspek dengan AS.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, masa lalu saat Jenderal John Aquilino menjabat sebagai Komandan Indo-Pasifik AS, sangat mendukung kerja sama keamanan dan pelatihan militer Taiwan-A.S. Selama bertahun-tahun, pemerintah AS terus menjual senjata ke Taiwan sesuai dengan "UU Hubungan Taiwan" dan "Six Assurances" dan telah mengambil tindakan pragmatis untuk menjamin keamanan Taiwan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Presiden Lai Ching-te juga berterima kasih kepada pemerintahan Joe Biden karena mendukung Taiwan dalam meningkatkan kemampuan pertahanan diri, dan berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan Trump di masa depan untuk bersama-sama mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.
Presiden Lai menyebutkan bahwa dalam menghadapi ancaman perluasan otoriter, Taiwan sangat jelas bahwa hanya kekuatan yang dapat membawa perdamaian, dan hanya kekompakan yang dapat mengatasi tantangan. Taiwan akan terus mendorong reformasi pertahanan nasional, meningkatkan ketangguhan pertahanan sosial, dan memperdalam kerja sama dengan mitra demokrasi di seluruh dunia untuk bersama-sama mempertahankan nilai-nilai dan cara hidup berdemokrasi dan bebas.
Presiden Lai mengatakan bahwa Taiwan dan AS sama-sama menghormati nilai demokrasi dan kebebasan, hubungan Taiwan-AS yang kokoh adalah landasan kawasan Indo Pasifik yang damai, stabil dan makmur. Beliau mengapresiasi anggota delegasi yang mendukung Taiwan, juga mengharapkan mereka memberikan saran masukan untuk memperdalam hubungan Taiwan-AS dan menjajaki lebih banyak peluang kerja sama.
Dalam sambutannya, John Aquilino mengatakan sangatlah penting bagi AS untuk menjaga kemitraan AS-Taiwan guna menjamin perdamaian dan stabilitas regional sehingga negara-negara di kawasan dapat terus sejahtera dan berkembang, membiarkan anak-anak (generasi muda) dapat tumbuh di dunia yang damai.
Dia juga mengatakan bahwa anggota delegasi kunjungan tersebut semuanya adalah pemimpin masa depan Amerika Serikat dan akan terus membina hubungan dengan mitra Taiwan, melanjutkan dialog, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan perdamaian dan stabilitas.