(Taiwan, ROC) -- Kementerian Pendidikan beberapa hari lalu menyampaikan, untuk menangani trend populasi penduduk Taiwan, sejak Agustus kemarin telah menetapkan, selain daerah Hsinchu dan Miaoli yang populasi penduduknya meningkat, untuk itu Kementerian Pendidikan akan mengurangi 1 orang siswa untuk setiap kelas di Sekolah Menengah Atas negeri maupun swasta mulai tahun ajaran 2025, diperkirakan akan mengalami penyesuaian pada 200 sekolah.
Hantaman dari kekurangan anak, membuat sekolah-sekolah juga mengalami tantangan dalam pencarian siswa baru, beberapa hari ini tersiar kabar bahwa beberapa sekolah menengah atas kejuruan juga mengajukan permohonan pengurangan untuk murid baru. Kementerian Pendidikan pada tanggal 12 November menyampaikan bahwa ada 18 sekolahan termasuk SMA Negeri Hualien dan SMA Putri Hualien yang mengajukan penurunan jumlah siswa dalam kelas pada tahun ajaran 2024, Kementerian Pendidikan sudah melakukan penyesuaian dengan berdasarkan prinsip “jumlah kelas dan ukuran kelas dalam menanggapi pengurangan jumlah anak untuk Sekolah Menengah Atas” ditetapkan akan mengurangi 1 – 2 siswa pada setiap kelas di sekolahan.
Untuk merespons tendensi perkembangan populasi, Kementerian Pendidikan mengungkapkan, telah mengeluarkan surat keputusan Kementerian Pendidikan pada Agustus lalu untuk penyesuaian pengurangan 1 orang siswa untuk setiap kelas pada tahun ajaran 2025, selain kawasan Hsinchu dan Miaoli yang populasi penduduknya berkembang sehingga jumlah siswa setiap kelasnya tidak berubah, sementara sekitar 200 sekolah menengah atas lainnya akan disesuaikan turun.
Kementerian Pendidikan mengemukakan, juga ada sekolah yang khusus mengajukan pengurangan jumlah siswa dalam satu kelas termasuk sekolah di kawasan Hualien, setelah melakukan evaluasi, Kementerian Pendidikan menyetujui pengajuan tersebut, dan dalam waktu dekat ini akan memberikan balasan kepada sekolah-sekolah yang mengajukan permohonan ini.